-->

2 SASTRAWAN WONOGIRI MENDAPAT PENGHARGAAN DARI KEMENDIKDASMEN

2 SASTRAWAN WONOGIRI MENDAPAT PENGHARGAAN DARI KEMENDIKDASMEN

Kedua sastrawan tersebut adalah Parpal Poerwanto & Eko Hartono. Mereka mendapatkan penghargaan dari Kemendikdasmen atas kiprah dan dedikasinya selama 25 tahun atau lebih dalam bidang kesastraan di Indonesia tahun 2026.

Eko Hartono, lahir di Wonogiri, 16 Juni 1969. Menulis cerpen, novelet, novel dan skenario film. Beberapa penghargaan pernah diraih. Juara 1 Lomba Menulis Novel Anak Dahara Prize, 2013. Telah menulis lebih dari 10 judul buku, Mulai tahun 2014 terjun ke dunia penulisan skenario film televisi. Ikut dalam tim penulis beberapa sinetron serial. Telah menulis lebih dari 60 judul FTV dan beberapa judul sinetron serial yang tayang di beberapa TV swasta nasional. (1) Terpilih sebagai nominasi Penulis Skenario Televisi Terpuji pada FESTIVAL FILM BANDUNG (FFB) Tahun 2017 untuk skenario berjudul: DOSA SEPARUH NYAWA Produksi Unlimited dan tayang di Trans7.; (2) Pemenang Penulisan Naskah Skenario Film Pendek bertema inklusi diadakan oleh Citra Film School 3 Desember tahun 2021 dengan judul: Matahari dan bulan; (3) Pemenang Utama Event Kompetisi Skrip Kwikku Falcon Scripthunt 2022 dengan judul naskah: PEMERAN PENGGANTI; dan (4)  Film Pendek Not My Mother (2025) masuk dalam 30 Selection JWC 2025.

Sampai sekarang masih aktif menulis novel dan skenario film. Alamat Rumah/Surat menyurat: Tegalombo, RT.02 RW.04 Banyakprodo, Tirtomoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, 57672. No. HP/ WA: 082327102993. Email: ekohartonowonogiri@gmail.com 

Parpal Perwanto, lahir di Wonogiri, 25 Desember 1969. Tulisannya berupa cerita pendek, cerita rakyat, puisi, dan artikel lainnya ditulis dalam dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Di antaranya pernah dimuat pada koran Angkatan Bersenjata, Berita Buana, Berita Yudha, Sinar Pagi, Suara Merdeka, Solo Pos, Bhirawa, Bengawan Pos, Tren serta beberapa majalah yaitu, Jaya Baya, Panjebar Semangat, Lontar, Gaung, Pustaka Candra, Talenta, Damar Jati, Djaka Lodang, dan Kayon.

Menulis beberapa buku berbahasa Jawa  baik sendiri maupun antologi persama. Namanya juga tercatat dalam penulis Oral Traditions of Southeast Asia and Oceania (Parpal Purwanto), Apa dan Siapa Penyair Indonesia, dan Direktori Penulis Indonesia. Tahun 2021 dipercaya menerjemahkan Novel Ipung 5 karya Prie GS oleh Balai Bahasa Jawa Tengah.

Beberapa kejuaraan telah diraih yaitu, juara harapan 2 Lomba Foto Jurnalistik pada HUT Majalah Gatra (1996), meraih predikat Lagu Terbaik pada Lomba Cipta Lagu Campursari Jawa Tengah (2002), juara 2 penulisan Cerkak (Cerpen berbahasa Jawa) yang diselenggarakan Majalah Jaya Baya (2004), menjadi salah satu pemenang pada Sayembara Penulisan Naskah Buku Bacaan Pusbuk Depdiknas 2006 dan beberapa kali mendapatkan bansos, juara 3 lomba penulisan ilmiah tingkat Kabupaten Wonogiri (2008) meraih, juara 2 Lomba Penulisan Karya Ilmiah Populer Tingkat Kabupaten Wonogiri pada HUT PGRI 2012, juara harapan 2 lomba OSN Guru Tingkat Kabupaten Wonogiri 2016,  dan beberapa kali memenangkan lomba menulis cerkak dan geguritan yang diadakan Yayasan Karmel Malang. Meraih penghargaan GLN dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud 2018 untuk buku Gunung Sewu Unesco Global Geo Park, juara 3 menulis buku yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemdikbud 2018 untuk buku Waduk Gajahmungkur Wonogiri Jawa Tengah, dan juara 2 membuat komik pembelajaran  Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemdikbud 2019 untuk buku Petualangan Cahaya, meraih yang terbaik dalam ajang 1000 Guru Menulis Puisi, juara 1 menulis puisi yang diselenggarakan LPMP Jateng, dan juara 2 menulis geguritan.

Buku cerita anak Dwi Bahasa lulus seleksi dan diterbitkan Balai Bahasa Jawa Tengah/Kemendikbud, yaitu: Mula Bukane Wonogiri (2023), Pangeran Sambernyowo (2023), Sendhang Siwani (2023), Punden Mbah Kendil (2023), Gunung Muser (2023), Mbah Sadiman Pahlawan Lingkungan (2024), dan Blumbang Iwak (2024).

Parpal Poerwanto adalah pelopor musik TEJAMI, yakni musikalisasi geguritan/syair Jawa yang dinyanyikan yang menggunakan alat musik gamelan (2 saron dan 1 demung) dipadu dengan rebana bernada tinggi, sedang, dan rendah (bass). Tahun 2024 menginisiasi festival musikalisasi geguritan versi KSGK (TEJAMI) yang diselenggarakan oleh KSGK bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbudristek. Acara ini diawalai dengan Workshop tentang Musik Tejami dan diakhiri dengan Pasar Budaya. Kini, TEJAMI dijadikan materi ekstra kurikuler di SDN 2 Sonoharjo dan SDN 2 Purwosari, Wonogiri, Jateng.

Kegiatan sastra budaya lainnya adalah mendirikan Komunitas Sastra Giri Kawedhar (KSGK) pada 2017 dan menjadi ketua hingga sekarang. Debut pertama kegiatan KSGK adalah pembacaan geguritan dalam rangka HUT RI Tahun 2017 di alun-alun Kabupaten Wonogiri, Lomba Baca Geguritan Umum pada tahun 2019, dan Lomba Baca Geguritan Pelajar pada tahun 2021.

Parpal Poerwanto juga menulis naskah teater berbahasa Jawa yaitu Jas Merah sekaligus menjadi sutradara dalam pementasan pada malam 17 Agustus 2024 di Pendapa Kabupaten Wonogiri dan Gurit Lakon CEMPURUNG dan sekaligus menjadi sutradara dalam pementasan pada 31 Mei 2025 di GOR Pringgodani, Wonogiri.

Selain mengarang lagu secara kompensional (aransemen asli dengan keyboard) ia juga membuat musikalisasi puisi/geguritan versi KSGK/TEJAMI, serta memanfaatkan aplikasi AI-Suno. Beberapa album yang telah rilis baik yang menggunakan Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.

Anggota Tim Masyarakat Sejarawan Kabupaten Wonogiri dan Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Wonogiri (2013-2017) ini pernah menjadi Pemimpin Redaksi  majalah Lontar (2004) dan Gaung (2010), redaktur pelaksana Tabloid Wonogiri Pos (2003), dan redaktur ahli Buletin Kayon (2006).

Aktif di beberapa kumunitas literasi dan budaya, yaitu Taman Sendang Lanang (TLS) sebagai ketua, Komunitas Sastra Giri Kawedhar (KSGK) sebagai pendiri dan ketua, SKS (Sastra Kidung Semilir, dan Omgur (Omah Gurit). Selain itu juga mengelola youtube Parpal Poerwanto dan KSGK KRIDA serta blog tamantembangsastra.id (PAL).


 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "2 SASTRAWAN WONOGIRI MENDAPAT PENGHARGAAN DARI KEMENDIKDASMEN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel