TEMBANG MACAPAT KARYA RUKIYATI
TEMBANG MACAPAT KARYA RUKIYATI
Taman Tembang dan Sastra – Budaya – Tembang macapat merupakan salah satu geguritan (puisi) klasik yang sampai sekarang masih hidup meskipun sepertinya ibarat hidup segan tetapi mati pun tak mau. Setidaknya anak-anak mengenal ketika duduk di siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP). Itu pun (sepertinya) hanya terjadi di tiga provinsi, yaitu Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Adalah Rukiyati, seorang pensiunan pendidik yang memiliki perhatian terhadap kelestarian terhadap tembang macapat ini. Karya ciptanya yang berupa tembang pangkur sering tayang di TVRI Yogyakarta pada acara Pangkur Jenggleng asuhan Dhimas Tejo. Selain itu, belum lama ini ia juga menerbitkan sebuah buku kumpulan yang diberi label Pangkur Macapat Sangune Ngaurip yang diterbitkan oleh Triken Publisher.
Berikut ini salah satu karyanya yang diambil dari buku tersebut.
Aja nilar suba sita
Sopan-santun kedah pun uri-uri
Supados saget lestantun
Tumraping para putra
Mangga sami sesarengan anyengkuyung
Ndhidhik putra tata krama
Kelawan budi pekerti
Sebait tembang macapat di atas isinya merupakan nasihat kepada anak-anak kita agar tidak kehilangan jati dirinya dengan memegang teguh norma-norma kehidupan. Anak-anak kita masih bisa menembangkannya, bukan? Semoga. (Pal)

0 Response to "TEMBANG MACAPAT KARYA RUKIYATI"
Post a Comment