KI MANTEB SUDARSONO DAN SEBUAH BUKU YANG TERLUNTA #BAGIAN1
KI MANTEB SUDARSONO DAN SEBUAH BUKU YANG TERLUNTA #BAGIAN1
Taman Tembang dan Sastra – Budaya – Sebenarnya, Mas Guru Bonang tidak kenal secara dekat dengan Ki Manteb Sudarsono almarhum. Bertemu pun hanya sekali, tetapi meskipun demikian cukup berarti baginya. Yakni, beliau berkenan memberikan sedikit catatan (sekapur sirih) terhadap buku Mas Guru Bonang yang terlunta-lunta itu.
Alkisah, suatu hari ada seorang pengusaha nasional yang berkenan hendak memberikan apresiasi dan penghormatan kepada seorang dalang sepuh yang mumpuni. Dalang dimaksud adalah Ki Warsino Guna Sukasno dari Baturetno, dengan cara akan menerbitkan biografi beliau. Singkat cerita, melalui tangan Mas Undung Wiyono, Mas Guru Bonanglah yang dipercaya untuk merealisasikan gagasan itu.
Bersama Mas Undung, Mas Guru Bonang sowan ke dalem Ki Warsino Guna Sukasno. Naik pesawat kebanggaan, “Smash Merah”, berdua menyusuri jalan raya Wonogiri-Baturetno. Oh ya, sebelumnya sempat mampir ke rumah salah seorang yang memiliki gamelan. Siapa tahu gamelan itu dijual, kata Mas Undung. Ternyata yang punya adalah “orang pintar”. Mas Undung dan Mas Guru Bonang banyak mendapat “pitutur”. Bahkan juga diberi cendera mata berujud “pring pethuk rose”. Dan ternyata, gamelan itu tidak dijual.
Mas Undung dan Mas Guru Bonang melanjutkan perjalanan. Singkat cerita, mereka telah sampai di rumah Ki Warsino. Kemudian menyampaikan maksud kedatangannya, yakni menulis biografi beliau atas permintaan seorang pengusaha nasional yang sangat dekat dengan beliau. Tanpa pikir panjang beliau setuju.
Mas Undung dan Mas Guru Bonang pulang dengan rasa senang. Setidaknya sudah ada lampu hijau yang terpampang di depan mata. Mereka sempat “mampir” ke Kahyangan, Tirtomoyo, yang konon suatu tempat keramat yang sering digunakan untuk “teteki” para priyagung Mataram.
Singkat cerita, penulisan buku sudah selesai. Sebagai penguat, Mas Undung dan Mas Guru Bonang mencari beberapa tokoh yang dimohon berkenan untuk memberikan sekapur sirih. Salah satunya adalah Ki Manteb Sudarsono.
Pada waktu yang telah dintentukan, yakni ketika Ki Manteb Sudarsono melangsungkan pernikahan, Mas Undung dan Mas Guru Bonang berkunjung ke rumah beliau. Beruntung sekali bagi Mas Guru Bonang, karena di saat itu pula bisa berdiskusi dengan dalang ternama Ki Tristuti Rachmadi (almarhum, semoga husnul khatimah) dan Ki Demang dalang dari Solo. Beruntung lagi, Ki Tristuti juga berkenan memberikan sekapur sirih terhadap buku yang ditulis Mas Guru Bonang tersebut.
Itulah pertama dan terakhir kali Mas Guru Bonang bertemu dan “sapejagong” dengan dalang kondang dari Karanganyar tersebut (bersambung ke bagian 2 /PAL).

0 Response to "KI MANTEB SUDARSONO DAN SEBUAH BUKU YANG TERLUNTA #BAGIAN1"
Post a Comment