-->

KI MANTEB SUDARSONO DAN SEBUAH BUKU YANG TERLUNTA #BAGIAN3

 

KI MANTEB SUDARSONO DAN SEBUAH BUKU YANG TERLUNTA #BAGIAN3

Taman Tembang dan SastraBudaya – Ikut lomba menulis buku tingkat nasional baru pertama kali dialamai Mas Guru Bonang. Jadi, tidak memiliki harapan banyak untuk menjadi finalis, apalagi menjadi pemenang. Lomba selevel itu tentunya diikuti oleh penulis se-Indonesia yang tentunya (lagi) sudah memiliki pengalaman menulis buku yang (lagi-lagi) tentunya lebih jika dibandingkan dengan Mas Guru Bonang sendiri.

 

Waktupun berlalu. Menunggu pengumuman hasil seleksi para finalis sepertinya seperti menggasang angan. Sebab, sampai batas waktu keberangkatan para final ke Jakarta (seperti dalam pengumuman lomba) belum ada. Tiba-tiba siang itu, sekitar pukul 13.00 WIB HP Mas Guru Bonang berdering. Suara dari seberang itu ternyata Panitia lomba. Intinya menanyakan apakah surat panggilan bagi para finalis sudah diterima. Mas Guru Bonang menjawab bahwa belum ada surat datang. Oleh Panitia, Mas Guru Bonang disuruh melacak surat itu ke Kantor Pos.

 

Benar, surat masih ngendon di Kantor Pos. Bahkan belum siap dikirim. Akhirnya dengan penjelasan bla bla bla, surat diberikan kepada Mas Guru Bonang. Tidak sabar Mas Guru Bonang segera membuka dan membaca surat panggilan tersebut. Benar (lagi), keesokan harinya harus berangkat ke Jakarta menggunakan moda darat, kereta api.

 

Malam harinya Mas Guru Bonang membuat surat izin atau pemberitahuan tentang acara tersebut. Surat ditujukan kepada pihak sekolah tepatnya Kepala Sekolah dan tembusannya kepada Kepala UPTD. Pagi harinya Mas Guru Bonang segera berangkat ke sekolah untuk menyampaikan surat izin tersebut. Sambil memberikan langsung kepada Kepala Sekolah, Mas Guru Bonang sekalian titip tembusan surat yang diperuntukkan Kepala UPTD. Untung Pak Kepala Sekolah sanggup, sehingga Mas Guru Bonang segera pulang untuk kemas-kemas pergi ke nJakarta.

 

Mas Guru Bonang naik kereta api dari Stasiun Solo Balapan. Turun di Stasiun Gambir, kemudian naik ojek ke tempat acara. Acara berlangsung di sebuah hotel di kawasan Senen. Sebagai dewan juri yang Mas Guru Bonang ingat adalah Eka Budianta dan Hamsad Rangkuti. Ternyata acaranya banyak jalan-jalan, meskipun ada juga sesi seminar. Para peserta diajak ke TMII dan Penerbit Erlangga. Sedangkan acara intinya adalah wawancara dengan tim penilai. Nah, inilah yang membuat naskah buku itu mengalami terlunta kembali. (Bersambung ke bagian 4 / PAL)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "KI MANTEB SUDARSONO DAN SEBUAH BUKU YANG TERLUNTA #BAGIAN3"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel