-->

Puisi - MENITI JALAN LORONG PANJANG & LORONG GELAP

Puisi - MENITI JALAN LORONG PANJANG & LORONG GELAP
Puisi - MENITI JALAN LORONG PANJANG & LORONG GELAP
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – PUISI – Sahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN PUISI. Edisi kali ini disajikan  2 buah puisi berjudul MENITI JALAN LORONG PANJANG  dan LORONG GELAP karya Parpal Poerwanto.

Selengkapnya adalah sebagai berikut.

MENITI JALAN LORONG PANJANG
Parpal Poerwanto

bayang-bayang itu merajai waktu
nyelinap bagai kutu busuk di kursi empuk
dalam sembunyian siap menusuk

debu-debu
jalanan memberangus
tandus

altar tersaji warna buram
kabut mengurung gunung
menutup jarak pandang
membelenggu langkah

meniti jalan lorong panjang
di atas onak dan batuan terjal
terik kemarau memagut
mata air mengerak dalam ambing
di sini kuharap tetesan hujan dari matamu
yang pernah kupinjam ketika haus dulu

Studio Hara, 2005

LORONG GELAP
Parpal Poerwanto

Gelap
itu yang terucap
Dari mana asalnya cahaya

Pekat
Itu yang terlihat
Di mana muasal sinaran

Lorong gelap
Dalam kerlip cahaya
para perewa meningkah jumawa

hai!
hati siapa merana
lorong gelap mengurungnya

Studio Hara, 2005

Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Tunggu unggahan-unggahan kami berikunya. Sampai jumpa, salam sastra: rekat santun ukhuwah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Puisi - MENITI JALAN LORONG PANJANG & LORONG GELAP"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel