Puisi - MENITI JALAN LORONG PANJANG & LORONG GELAP
Wednesday, 9 May 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - MENITI JALAN LORONG PANJANG & LORONG GELAP |
Selengkapnya adalah sebagai berikut.
MENITI JALAN LORONG PANJANG
Parpal Poerwanto
bayang-bayang itu merajai waktu
nyelinap bagai kutu busuk di kursi empuk
dalam sembunyian siap menusuk
debu-debu
jalanan memberangus
tandus
altar tersaji warna buram
kabut mengurung gunung
menutup jarak pandang
membelenggu langkah
meniti jalan lorong panjang
di atas onak dan batuan terjal
terik kemarau memagut
mata air mengerak dalam ambing
di sini kuharap tetesan hujan dari matamu
yang pernah kupinjam ketika haus dulu
Studio Hara, 2005
LORONG GELAP
Parpal Poerwanto
Gelap
itu yang terucap
Dari mana asalnya cahaya
Pekat
Itu yang terlihat
Di mana muasal sinaran
Lorong gelap
Dalam kerlip cahaya
para perewa meningkah jumawa
hai!
hati siapa merana
lorong gelap mengurungnya
Studio Hara, 2005
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Tunggu unggahan-unggahan kami berikunya. Sampai jumpa, salam sastra: rekat santun ukhuwah.

0 Response to "Puisi - MENITI JALAN LORONG PANJANG & LORONG GELAP"
Post a Comment