-->

Cerita Wayang - MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA # 2

Cerita Wayang - MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA # 2
Cerita Wayang - MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA # 2

MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA

Bagian 2

Oleh: Parpal Poerwanto

TAMAN TEMBANG DAN SASTRACERITA WAYANG – Belum lama para penyebar warta mengumumkan adanya sayembara, datanglah Basu Wara Kangsa menghadap pamannya, Harya Prabu. Adipati Sengkapura itu menyatakan bahwa dirinya sanggup menumpas para rerusuh serperti isi dari sayembara tetapi dengan mengajukan tiga persyaratan.

“Persyaratan itu apa saja, Anak Angger Kangsa?” tanya Harya Prabu. Namun Basu Wara Kangsa tidak mau mengatakan sekarang. Dia mau jika para perusuh sudah ditumpas baru mengutarakan persyaratan yang diminta. Alasannya, dia tidak minta haknya terlebih dahulu sebelum menunaikan kewajibannya.

“Bagus, itu memang sifat ksatria. Paman yakin bahwa Kanda Prabu setuju dengan niatmu itu Kangsa. Untuk itu segera laksanakan apa yang menjadi kuwajibanmu sebagai benteng negara Mandura. Sebagai putra Prabu Basudewa!”

Basu Wara Kangsa segera undur diri pergi untuk menumpas para perusuh yang menggiriskan nyali para warga di Mandura. Ibarat membalikkan telapak tangan, perusuh dengan cepat dan mudah teratasi. Negara Mandura kembali aman tenteram.

Rakyat bersuka cita. Bahkan Sang Prabu Basudewa berkenan mengadakan syukuran dengan mengadakan berbagai pertunjukan seni. Seluruh rakyat diperkenankan ikut serta dalam jamuan pesta.

Akan tetapi, kegembiraan itu hanya sesaat. Seusai pesta, tiba-tiba Basu Wara Kangsa menghadap ramanya Sang Prabu Basudewa. Kebetulan saat itu hadir pula Adipati Kumbina Raden Harya Rukma (Harya Prabu) dan Adipati Lesanpura Raden Harya Ugrasena.


“Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting sehingga anakku Kangsa menghampiri Rama.”
“Betul Rama Prabu. Sembah sungkem saya haturkan Ramanda.”
“Iya, sudah kuterima dengan baik. Semoga menjadikan doa pangestu untukmu, anakku.”

“Beribu-ribu terima kasih, Ramanda. Wah, salam hormat saya untuk paman berdua, Paman Harya Prabu dan Paman Ugrasena.”
“Iya Kaki Prabu, saya terima salam hormatnya.”
“Iya Kaki Kangsa, saya terima salam hormatnya.”

“Ngger Kangsa, cepat katakan kepada Rama. Ada perlu apa sepertinya ada sesuatu yang sangat penting?”
“Sebelumnya saya Kangsa minta maaf Ramanda. Apa Ramanda dan Paman berdua sudah lupa dengan janji yang telah diucapkan?”
“Janji tentang apa Kaki Kangsa?” tanya Prabu Basudewa.
“Sudah sementara waktu, saya menunggu saat yang tepat untuk menagih hadiah dari Rama.”

“Ooo....masalah itu. Ngger, jangan berkecil hati. Rama sudah siapkan hadiah emas intan berlian sebagai hadiahnya.”
“Wah jika hanya emas berlian dan sejenisnya Sengkapura sudah banyak Rama.”
“Jika bukan emas intan berlian lalu apa yang menjadi keinginanmu, anakku?”
“Maaf, Rama. Saya tidak suka emas berlian. Apa Paman Harya Prabu belum menyampaikan tentang persyaratan atas kesanggupan saya untuk mengikuti sayembara dengan adanya tiga permintaan, Rama?” (BERSAMBUNG KE BAGIAN 3).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerita Wayang - MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA # 2"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel