-->

Budaya - MAS TARMAN

Budaya - MAS TARMAN
Budaya - MAS TARMAN

MAS TARMAN

Oleh: Parpal Poerwanto

TAMAN TEMBANG DAN SASTRABUDAYA – Pak, sudah dapat kabar belum? Pak Tarman meninggal kemarin (Rabu) sore jam 5. Menguburnya hari ini (Kamis) jam 10.30. Sebuah SMS dari nomor baru di HP Mas Guru Bonang. Sontak Mas Guru Bonang mengucap innalillahi wa inna ilaihi rajiun, semoga Mas Tarman dilapangkan jalan menuju-Nya dengan husnul khatimah.

Mas Guru Bonang melihat jam, sudah menunjukkan pukul 10 tepat pat. Lho, ini Mas Tarman siapa? Banyak teman dan kenalan Mas Guru Bonang yang bernama Mas Tarman. Lalu Mas Guru Bonang menghubungi balik nomor yang memberi informasi untuk menanyakan Mas Tarman yang mana. Namun, telpon pemberi informasi tidak aktif. Mas Guru Bonang mengirim pesan singkat menanyakan Mas Tarman yang rumahnya mana.

Dua puluh menit kemudian ada balasan SMS mengabarkan bahwa yang meninggal adalah Mas Sutarmanto, salah satu penulis kebanggaan Wong Wonogiri yang tinggal di Glesung Baturetno.
Waktu sudah sangat singkat. Tidak mungkin jarak Wonogiri-Baturetno ditempuh dalam waktu 10 menit. Belum lagi saat itu ada tugas dadakan di tempat kerja yang harus diselesaikan.

Mas Guru Bonang seperti tidak percaya akan kepergian Mas Tarman. Bukan hanya sekadar tidak bisa melayat pada pemakamannya. Setidaknya, akhir-akhir ini ada “sesuatu” yang berhubungan dengan beliau. Ketiganya benar-benar terpatri di ingatan Mas Guru Bonang, nglegewa. 


Pertama, suatu hari Mas Tarman berkunjung ke rumah Mas Guru Bonang tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Sayang, waktu itu Mas Guru Bonang sedang ada urusan di luar. Jadi, percuma Mas Tarman datang jauh-jauh dari Glesung, Baturetno ke Manjung Wonogiri karena tidak bisa bertemu dengan Mas Guru Bonang.

Kedua, tidak lama setelah itu Mas Guru Bonang diwawancarai mahasiswa UNS yang membahas salah satu cerkak karya Mas Tarman yang dimuat di sebuah koran lokal. Hasil wawancara itu digunakan untuk bahan skripsi bagi si mahasiswa tersebut.

Ketiga, beberapa waktu selanjutnya, Mas Guru Bonang bertemu secara tidak sengaja di parkiran RSUD Wonogiri. Mas Guru Bonang baru datang dan Mas Tarman sudah akan pulang. Sempat ngobrol sebentar tetapi keduanya sepertinya buru-buru. Mas Guru Bonang sempat omong, “Kapan-kapan takdolan Mas.”

Sayang, belum sempat dolan keburu Mas Tarman dikehendaki Sang Khaliq untuk menghadap lebih cepat. Maafkan saya tidak bisa melayat Mas, semoga Rakamas husnul khatimah.

Wonogiri, 18 September 2015

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - MAS TARMAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel