-->

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 15

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 15
Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 15
TAMAN TEMBANG DAN SASTRABUDAYASahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN BUDAYA. Edisi kali ini disajikan budaya tentang Jamasan Pusaka Mangkunegaran di Wonogiri. Selengkapnya adalah sebagai berikut

JAMASAN PUSAKA

MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 15

Oleh: Parpal Poerwanto

Peningkatan pendapatan daerah dari kegiatan acara upacara jamasan pusaka Mangkunegaran ini belum dapat dipergunakan sebagai sumber dana pembangunan daerah. Tambahan pendapatan inipun baru beberapa persen dari pendapatan daerah secara keseluruhan.  Hasil dari pendapatan penyelenggaraan upacara jamasan pusaka tersebut merupakan hasil pemasukan bagi Dinas Pariwisata, Seni Budaya dan Pariwisata, karena dinas itulah yang menangani, bertanggung jawab, dan sekaligus sebagai penyelenggara. Pendapatan ini dipergunakan oleh dinas terkait untuk perbaikan dan penambahan sarana dan prasara Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur Wonogiri.

Dampak positif dari penyelenggaraan upacara jamasan pusaka Mangkunegaran ini bukan ditinjau dari sisi pendapatan daerah. Akan tetapi lebih menitikberatkan pada promisi mengenai tradisi upacara jamasan pusaka Mangkunegaran di Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur itu sendiri.

Wisatawan yang datang sudah memeroleh informasi sebelumnya, sehingga kedatangan mereka benar-benar akan menyaksikan jalannya tradisi jamasan pusaka tersebut. Wisatawan yang datang tidak hanya wisatawan domestik (dalam negeri) tetapi ada juga wisatawan dari manca negara. Wisatawan asing yang menyaksikan jalannya upacara jamasan pusaka bukan hanya sekedar menyaksikan jalannya upacara tradisi tersebut, tetapi juga ingin belajar tentang kebudayaan Jawa di Wonogiri (Mulyanto, wawancara, 27 Desember 2009).


Penyelenggaraan upacara jamasan pusaka Mangkunegaran di Kabupaten Wonogiri juga dimaksudkan sebagai ajang promosi mengenai obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Wonogiri.  Salah satu cara promosi yang dilakukan adalah dengan cara memberikan brosur mengenai obyek-obyek wisata di Kabupaten Wonogiri yang disertakan dengan tiket masuk. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan dari tarik wisatan baik domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Wonogiri. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke obyek-obyek wisata di Kabupaten Wonogiri makan akan berdampak dengan peningkatan pendapatan daerah sehingga dapat lebih memperlancar jalannya pembangunan daerah. Adanya pembangunan daerah yang baik dan lancar dapat menunjang jalannya pembangunan daerah.

Jadi, dengan adanya tradisi upacara jamasan pusaka Mangkunegaran di Kabupaten Wonogiri membawa dampak yang positif dan baik dalam bidang  sosial, bidang budaya (agama, mata pencaharian, agama, adat, dan seni), dan bidang ekonomi, meskipun dampak ini belum begitu besar. Selain itu dampak secara langsung dari diselenggarakan acara tradisi ini hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar tempat penjamasan.  Oleh karena itu sangat tepat apabila jamasan Pusaka Mangkunegaran diselenggarakan di Obyek Wisata Waduk Gajahmungkur karena dapat meningkatkan pariwisata yang berdampak pada peningkatan kegiatan ekonomi. Hal ini berbeda dengan saat diselenggarakannya tradisi jamasan Pusaka Mangkunegaran di Kecamatan Selogiri, Kecamatan Girimarto dan Sendang Kaliwerak Giritirto yang hanya merupakan ritual kerajaan semata.

Sahabat, terima kasih atas kunjungannya. Nantikan sajian kami selanjutnya, ya!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 15"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel