-->

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 14

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 14
Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 14
TAMAN TEMBANG DAN SASTRABUDAYASahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN BUDAYA. Edisi kali ini disajikan budaya tentang Jamasan Pusaka Mangkunegaran di Wonogiri. Selengkapnya adalah sebagai berikut.

JAMASAN PUSAKA    

MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 14

Oleh: Parpal Poerwanto

Dampak Dalam Bidang Ekonomi


3. Adanya ajang promosi
Pelaksanaan tradisi upacara jamasan juga dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memromosikan produknya. Even-even seperti ini sangat cocok untuk mengenalkan produk perusahaan kepada masyarakat. Salah satunya adalah perusahaan kami yang menggunakan momen untuk memromosikan produknya (Bengawan, wawancara, 27 Desember 2009).

4. Adanya peningkatan pendapatan daerah
Pelaksanaan tradisi upacara jamasan pusaka Mangkunegaran di Kabupaten Wonogiri ditangani oleh Dinas Pariwisata, Seni Budaya, dan Olahraga Kabupaten Wonogiri. Tempat yang digunakan adalah areal Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Pada saat dilaksanakannya acara jamasan pusaka tersebut pengunjung di Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur meningkat.  Jika hari-hari biasa pengunjung hanya berkisar 100-200 pengunjung, pada hari Minggu dan hari lubur berkisar 800-1.000 pengunjung, maka pada upacara jamasan pusaka kali ini jumlah pengunjung mencapai 3.470 orang (Pardianto, wawancara, 30 Desember 2009). Pengunjung ini datang dari berbagai daerah, bukan hanya penduduk Wonogiri saja, bahkan ada pula wisatawan asing. Mereka datang dengan motivasi berbeda-beda. Ada yang datang hanya sekedar untuk melihat tradisi jamasan pusaka, ada yang hanya tamasya atau rekreasi, tetapi ada juga yang ingin menyaksikan tradisi jamasan sambil mengikutsertakan pusakanya untuk dijamasi bersama-sama dengan pusaka-pusaka Mangkunegaran.

Adanya jumlah pengunjung di Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur berarti ada kenaikan penjualan tiket masuk. Harga tiket per orang adalah Rp3.100,00. Selain itu juga ada peningkatan beaya retribusi untuk para pedagang. Untuk beaya retribusi setiap kapling berkisar antara Rp20.000,00 sampai Rp30.000,00 setiap hari. Mengingat sebelum hari pelaksanaan jamasan pusaka sudah diselenggarakan kegiatan-kegiatan penunjang, maka warung-warung atau stan-stan tersebut disediakan lima atau enam hari sebelum hari pelaksanaan.


Selain itu, pada pelaksanaan upacara jamasan pusaka Mangkunegaran juga diadakan acara ruwatan massal. Acara ruwatan massal kali ini diikuti 35 peserta yang terdiri dari 21 putra dan 14 putri. Pesertanya selain dari Wonogiri juga berasal dari berbagai daerah/kabupaten, yaitu dari Kabupaten Batang, Pati, Semarang, Sragen, Solo, Sukoharjo, dan bahkan dari Kabupaten Pacitan (Jawa Timur). Setiap peserta dikenai beaya sebesar 150 ribu rupiah (Yudi Wismadi, wawancara, 27 Desember 2009).

Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi seri berikutnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 14"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel