Budaya - ANAK MUDA DAN SASTRA
Saturday, 28 April 2018
Add Comment
![]() |
| Budaya - ANAK MUDA DAN SASTRA |
ANAK MUDA DAN SASTRA
Oleh: Parpal PoerwantoTAMAN TEMBANG DAN SASTRA – BUDAYA - Mas Guru Bonang baru saja mendapat in-box dari seorang teman di fesbuk. Ngakunya masih muda. Ngakunya pula, dia skeptis tentang (bacaan) sastra dan budaya yang serasa berat untuk dicerna. Tema sastra dan budaya terlalu usang untuk bacaan anak muda jaman sekarang. Namun seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang, belum coba belum merasa. Setelah berkunjung ke blog Mas Guru Bonang sepertinya dia tertarik dengan tulisan-tulisan Mas Guru Bonang, yang menurutnya sastrawan yg sedikit menyalahi aturan, karena 'terpaksa' tampil ngganteng itu. Postingannya mantap, imbuhnya.
Mas Guru Bonang bersyukur, masih ada anak muda yang peduli dan mau membaca karya sastra. Sastra adalah sebagai pencerahan dan filter hidup. Di dalamnya banyak mengandung ajaran-ajaran manusia untuk menjadi manusia. Penulis dengan karyanya akan menuangkan setiap fenomena dan peristiwa baik di luar maupun di dalam dirinya dengan sudut pandang masing-masing tetapi menuju ke arah satu, peradaban manusia.
Banyak kejadian-kejadian di luar penulis menjadi aspirasi untuk berkarya. Sebagai misal sastrawan “Segala Cuaca” Yant Mujiyanto merasa lebih in the mood menerjemahkan tragedi yang menimpa anak manusia, penderitaan, nasib malang, korban ketidakadilan dan sejenisnya. Ia juga melangkah dan bertualang dari solilokui, sampai sajak-sajak personal yang mengajak dirinya bercakap-cakap dengan batin sendiri.
Mengenai Mas Guru Bonang sendiri dalam berkarya tidak muluk-muluk. Ia hanya menulis sesuai isi hati dengan bahasa dan pilihan kata yang sederhana, mudah dipahami. Mas Guru Bonang tidak pernah belajar khusus untuk menulis sastra. Dulu sewaktu di sekolah pada pelajaran bahasa dan sastra bukan diajari untuk menulis atau membuat karya sastra. Namun selalu dijejali dengan sejarah sastra baik perkembangan maupun nama-nama sastrawan dan karya-karyanya.
Mas Guru Bonang tidak punya target tulisannya bermutu atau tidak. Yang pasti dirinya tetap memegang teguh ungkapan bahwa setiap ide yang keluar dalam bentuk tulisan (karya sastra) pasti ada manfaatnya, berguna untuk orang lain. Dia juga tidak takut bahwa tulisannya dibaca orang atau tidak. Yang pasti terus berkarya hingga usia memagutnya. Insya Allah.
Kembali ke anak muda yang bicara lewat fesbuk di atas. Barawal segelintir anak muda yang mau membaca karya sastra, insya Allah akan disusul anak muda – anak muda lainnya. Laiknya padi, berawal dari sebutir akan berkembang menjadi sawuli, saangkan, dan terus beranak-pinak sehingga bisa memenuhi hajat pangan bagi umat sejagad. Amin.
Wonogiri, 210715

0 Response to "Budaya - ANAK MUDA DAN SASTRA"
Post a Comment