Wonogiri - OBJEK WISATA GIRIMANIK, SETREN SLOGOHIMO # 2
Friday, 9 March 2018
Add Comment
![]() |
| Wonogiri - OBJEK WISATA GIRIMANIK, SETREN SLOGOHIMO # 2 |
OBJEK WISATA GIRIMANIK, SETREN SLOGOHIMO # 2
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – WONOGIRI - Di puncak gunung ini terdapat air terjun yang sangat indah dan alami. Air Terjun Girimanik berjumlah tiga, bersumber dari mata air di Kawasan Silamuk. Sumber mata air ini dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Setren dan sekitarnya sebagai air minum dan mandi, serta kebutuhan sehari-hari. Tiga air terjun itu mempunyai nama masing-masing yaitu Manikmaya, Tejamaya, dan Candramaya.
Air terjun Manikmaya memiliki ketinggian sekitar 100 meter. Air terjun ini merupakan air terjun terbesar dan tertinggi. Air Terjun Tejamaya, memiliki ketinggian sekitar 30 meter, terletak di dekat Air Terjun Manikmaya. Air Terjun Candramaya, memiliki ketinggian sekitar 40 meter, terletak paling dekat dengan tempat parkir. Menurut juru kunci, penamaan air terjun tersebut dilakukan oleh tiga orang yaitu Makmuri, Hariyadi, dan Begug Poernomosidi. Makmuri yang ketika itu camat Slogohimo menamai Air Terjun Manikmaya untuk air terjun yang pertama. Hariyadi sebagai juru kunci menamai Air Terjun Tejamaya untuk air terjun yang kedua, sedangkan Begug Poernomosidi, bupati Wonogiri menamai air terjun ketiga Air Terjun Candramaya.
Kondisi fisik objek wisata Girimanik berupa air terjun yang belum terjamah oleh manusia pada umumnya, sehingga kelihatan masih alami. Pada dasarnya air terjun ini terletak di kawasan hutan pinus milik PT Perhutani yang tanahnya sangat mudah longsor dan sangat berbahaya di musim hujan. Namun demikian, Objek Wisata Girimanik menyuguhkan objek wisata alam yakni berupa pemandangan yang eksotik khas pegunungan sisi selatan lereng Gunung Lawu dan wisata spiritual yang tidak dimiliki oleh objek wisata lain.
Objek wisata ini mempunyai potensi yang sangat prospektif apabila pihak pengelola, dapat mengembangkan secara optimal. Kesejukan udara di objek wisata ini akan terasa apabila kita telah memasuki pintu gerbang. Di kanan-kiri jalan menuju pintu gerbang terdapat tumbuhan berbagai tanaman hortikultura yang sangat subur. Setelah melewati pintu gerbang dengan membayar tiket masuk (karcis), memasuki kawasan hutan pinus yang lebat sejauh kurang lebih 8 kilometer. Setelah sampai di atas, terdapat lahan parkir yang luas dan warung-warung makan sederhana. Di lahan parkir yang luas terdapat papan penunjuk yang apabila ke kiri menuju Air Terjun Candramaya, ke kanan menuju Air Terjun Manikmaya, Air Terjun Tejamaya, dan Pertapan Girimanik. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menyusuri jalan setapak yang masih alami dengan udara yang sejuk dan dingin.
Objek wisata Girimanik merupakan salah satu objek wisata alam yang terletak di Kecamatan Slogohimo bagian Utara. Jarak lokasi objek wisata ini dari pusat kota Wonogiri 35 kilometer. Untuk menuju lokasi objek wisata ini dapat ditempuh dengan sepeda motor, mobil pribadi, dan bus pariwisata. Namun, untuk kendaraan umum sampai sekarang ini belum ada.
Berdasarkan Laporan Hasil Survey Objek Wisata Setren Kabupaten Wonogiri (2009), pengunjung dari Wonogiri, dengan roda empat dan roda dua dapat langsung menuju ke Slogohimo, sekitar 100 meter sebelah timur terminal Slogohimo belok kiri menuju Desa Setren dan sampai di bibir hutan yang dikenal dengan nama Pasar Dengklek. Setelah sampai di Pasar Dengklek dapat meneruskan perjalanan sampai di Lemah Mendak, sebuah tempat datar di kawasan Silamuk. Dari tempat ini kemudian menuju (1) Sendhang Drajad dengan jarak 100 meter, (2) Pertapan Girimanik, dari Sendang Drajad dengan jarak 100 meter, (3) Telaga Nglambreh sejauh 500 meter, (4) Taman alam, dari Girimanik 300 meter, (5) Sendang Kanastren, dari Girimanik 500 meter, (6) Air Terjun Manikmaya, Tejamaya, Candramaya, dan Watu Resi, sejauh 3 kilometer.
Wisata Spiritual
Masih menurut Laporan Hasil Survey Wisata Setren Kabupaten Wonogiri (2009), wisata spiriutual di Desa Setren dikaitkan dengan tokoh pahlawan nasional yakni Pangeran Sambernyawa. Di tempat ini banyak dijumpai tempat-tempat persinggahan atau petilasan Pangeran Sambernyawa bernilai spiritual, antara lain (1) Sendang Drajad, merupakan sebuah sendang. Sendang ini merupakan tempat berwudlu Pangeran Sambernyawa, Konon, ada sebuah kepercayaan apabila seseorang meminum air sendang tersebut dapat meningkatkan derajat kehidupannya. (2) Sendang Kanastren, merupakan tempat pemandian yang sampai saat ini banyak dikunjungi, terutama oleh muda-mudi atau orang yang sulit mencari jodoh. Menurut cerita, Sendang Kanastren sebagai tempat pemandian Pangeran Sambernyawa sewaktu bertapa di Girimanik, (3) Watu Resi, merupakan petilasan Pangeran Sambernyawa ketika bermunajat ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Sampai sekarang Watu Resi ini masih sering digunakan oleh para pengunjung untuk bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa, (4) Pertapan Girimanik, yang berada di puncak bukit. Sampai sekarang Girimanik atau tempat Pangeran Sambernyawa bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa ini masih banyak dikunjungi wisatawan, terutama pada bulan Sura (Muharam).
Pertapan Girimanik sekarang ini merupakan tempat orang memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berbagai kepentingan. Pada hari biasa atau hari libur, tempat ini banyak dikunjungi pelajar atau mahasiswa untuk camping. Puncak Girimanik yang menjadi tempat bertapa Pangeran Sambernyawa memang menarik, apalagi di celah-celah gunung itu kita bisa melihat kota Wonogiri dan Ponorogo, dan (5) Telaga Nglambreh, berada arah tenggara dari Pertapan Girimanik. Menurut cerita, telaga tersebut pernah digunakan untuk mandi Rara Mendut. Pada waktu itu kemben, semacam kain penutup dada yang dia kenakan, lepas, sehingga payudaranya terlihat nglambreh, menjulur ke bawah Karena itu telaga ini dinamakan Telaga Nglambreh. Luas telaga ini sekitar 100 meter² dengan air sangat dingin dan jernih. Konon, air Telaga Nglambreh ini berkhasiat sebagai sarana awet muda.
Susuk Wangan
Ada sebuah kearifan lokal berupa tradisi membersihkan saluran air yang digunakan untuk irigrasi. Tradisi ini dikenal dengan nama susuk wangan atau membersihkan kali. Tradisi susuk wangan menjadi sebuah event wisata yang diadakan di objek wisata Girimanik yang cukup mendapatkan perhatian wisatawan dan masyarakat sekitar. Ritual ini ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan harapan hasil panen warga melimpah. Event wisata ini diadakan pada bulan Besar hari Sabtu Kliwon. Dalam upacara susuk wangan setiap kepala keluarga membawa sesaji berupa nasi tumpeng dan ingkung ke Girimanik. Event wisata susuk wangan ini dikemas dengan kegiatan budaya lainnya, seperti suguhan seni tradisi antara lain reog, kethek ogleng, campur sari, srandul, dan tayub.
Pengembangan
Objek wisata di lereng Lawu bagian selatan masih dapat dikembangkan. Tidak jauh dari Setren Girimanik, ada lokasi yang tidak kalah menariknya, yakni di Desa Salam. Menurut warga Slogohimo, Kun Prastowo (45), potensi di Salam sangat positif jika dijadikan destinasi wisata. Selain memiliki panorama yang indah, di tempat ini ada aliran air yang jernih dari sebuah tuk yang besar. Di atas sumber air tersebut ada sebuah watu gilang bernama Watu Resi. Menurut kepercayaan beberapa masyarakat setempat, batu tersebut digunakan oleh Pangeran Sambernyowo dalam bersamadi atau tafakur memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi kekuatan dan kemudahan dalam mengusir penjajah Belanda. (Parpal Poerwanto).

0 Response to "Wonogiri - OBJEK WISATA GIRIMANIK, SETREN SLOGOHIMO # 2"
Post a Comment