Puisi - VI dan PEREMPUAN ITU
Saturday, 10 March 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - VI dan PEREMPUAN ITU |
Puisi ini diambil dari antologi puisi Belajarlah Dari. Selengkapnya adalah sebagai berikut.
VI
Oleh: Parpal PoerwantoTak usah menangis
Sebab sakit bukan untuk disembuhkan
Mari merajut hari dari kepingan-kepingan luka
Pada wajahku yang pucat berjerawat
Beku oleh dingin kotamu
Siapa bilang lelaki tak takut pedang?
Buktinya tikam tuturmu remukkan jiwaku
Tak usah sesali
Sebab air mata bukan monopoli wanita
Buktinya fir’aun pun menangis jelang ajalnya
Sumedang-Gambir; 970805
PEREMPUAN ITU
Oleh: Parpal Poerwanto(kenang buat Dahlia Kusmayanti)
perempuan itu
walau sesaat, pernah hadir dalam hari dan mimpiku
mengurai senyum dan air mata
perempuan itu
yang digenggamnya api menjadi air
dengan sejumput asa dan serangkai harap
adalah kekasihku
seperti yang lalu
ketika tungku siap leburkan
benih rindu dan kasih
ia pun pergi
kasih,
bukankah adam dan hawa sesat di bumi
untuk temukan kembali surganya yang hilang?
Bojonggede; 970807
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya.
Tunggu unggahan-unggahan kami berikunya.
Sampai jumpa, salam sastra: rekat santun ukhuwah.

0 Response to "Puisi - VI dan PEREMPUAN ITU"
Post a Comment