Puisi - II
Wednesday, 7 March 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - II |
Puisi berjudul II ini diambil dari antologi puisi Belajarlah Dari. Selengkapnya adalah sebagai berikut.
II
Oleh: Parpal PoerwantoKita pernah merenang dalam bius ruang panas dicipta bersama
Segala kata, perbuat, dan pandang
Diyakini sebagai suci cinta dalam
Gugusan awan serbakkan harum pudakwangi
Atau karena kekosongan jiwaku yang mempuruk
Dalam rasa bosan atas cumbuan sesosok wanita asing yang tiba-tiba tinggalkan
Bercak-bercak putih bau amis. Dan ketika terjaga hanyalah seonggok
Guling kecoklatan (entah berapa bulan tak dicuci), atau
Dendammu yang tak pernah usai atas masa lalu
Yang senantiasa lahir dari butiran rasa sesal
Aku sadar, (saat manjaku dirangkummu)
Hanyalah setitik embun netes tak sengaja
Jatuh pada bibir dihias bulu lembut dan tahi lalat
Lalu jemariku nakal mainkan tali cadar
Sembunyikan segala, entah sejak kapan
Gambir; 970515
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa serta bosan kunjungi kami di unggahan-unggahan lainnya.
Sampai jumpa, salam sastra: santun rekat ukhuwah.

0 Response to "Puisi - II"
Post a Comment