Puisi - I
Tuesday, 6 March 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - I |
Puisi ini diambil dari antologi puisi Belajarlah Dari. Selengkapnya adalah sebagai berikut.
I
Oleh: Parpal PoerwantoSalam : Dahliana Kusmayanti
(aku munafik
atau kaulah yang sok suci)
dari jarak yang memperkenalkan
sopan kau teguhkan
dan santun menjerat rasa
begitu agung langgam mempesona jiwa
terlalu dini kita menilai
sangkamu, seputih tabula rasa
yang setiap lahir dari rahim bisanya hanya menangis
lalu dibesarkan dalam ruang steril dan kedap nafsu duniawi
bukan! Aku bukan secarik kertas putih terukir tinta emas
tapi bukan sekelam malam pada lembah-lembah penakluk betina
(bagaimana aku bisa berkelit
bila benih jatuh di lahan subur
saat musim sepi mulai mencekam
dan siapa salah jika tungku itu siap leburkan
nafas-nafas bawah sadar?)
akulah yang salah. –batinku coba menuding
tapi mana mungkin lebah hinggap hanya di dahan
atau pokok-pokok rapuh, tanpa senyum kembang
(meski putik telah koyak
entah kali berapa beberapa tahun silam)
yang lahirkan dendam dan –sesal (?)
dan kaukah kembang itu
yang setiap saat lantunkan ayat-ayat suci
dengan pesona aurat terbungkus lembaran suci : jilbab!
Gambir; 970513
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi kami, ya.

0 Response to "Puisi - I"
Post a Comment