Novel - EMPU DALANG - BIOGRAFI # BEGUG POERNOMOSIDI - SEKAPUR SIRIH
Tuesday, 20 March 2018
Add Comment
![]() |
| Novel - EMPU DALANG - BIOGRAFI # BEGUG POERNOMOSIDI - SEKAPUR SIRIH |
DIJADIKAN KACA BENGGALA
Begug Poernomosidi *)
Benar kata pepatah bahwa harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading. Begitu juga manusia. Seseorang akan terus dikenang jasa-jasanya jika meninggalkan nama harum semasa hidupnya. Kalau William Shakespeare mengatakan apa arti sebuah nama tentu hanya dilihat dari kaca mata “apa” dan bukan “siapa” apalagi “bagaimana” yang punya nama itu.
Sebuah biografi atau kisah perjalanan seseorang tentu akan menggambarkan sosok tersebut sejak lahir hingga dituliskannya kisah itu (bahkan sampai mati) yang akan bicara sekitar siapa dan bagaimana. Tentunya ada detail-detail tentang apa, di mana, dan kapan supaya kisah tersebut benar-benar dapat mewakili dari sosok yang ditulis.
Ki Warsino sangat cocok diabadikan kisah perjalanan hidupnya. Hal ini tentunya berkaitan dengan kiprah beliau dalam kecintaannya terhadap budaya jawa. Beliau sangat njawani, yaitu seorang Jawa yang benar-benar menjalani kehidupannya sebagai orang Jawa sehingga patut untuk diteladani. Adalah dalang sepuh yang benar-benar pantas didudukkan sebagai sesepuhnya para dalang. Komitmennya dalam memupuk dan nguri-uri budaya Jawa sukar untuk ditandingi. Sebagai misal, di usianya yang sudah senja, beliau masih sudi memikirkan bagaimana dan kemana arah budaya jawa. Ki Warsino sangat tidak rela bila budaya yang adi luhung itu tinggal menjadi kebanggaan masa lalu sebagai bahan cerita untuk anak-cuku belaka.
Salah satu bentuk kepedulian beliau diwujudkan dengan adanya tradisi sarasehan para seniman (dalang) sekaligus menggelar acara wayangan dalam setiap selapan (tiga puluh lima hari) sekali. Tidak hanya berhenti di situ, ketika “Duta Seni Wonogiri” berkesempatan tampil di TMII Jakarta, Ki Warsino ikut serta. Ini menunjukkan bahwa semangat, kecintaan, dan pengabdian tulus terhadap budaya jawa tidak lekang meskipun usianya telah senja, yakni lebih dari 80 tahun.
Dari gambaran di atas jelas bahwa Ki Warsino adalah salah satu gelintir putra Jawa yang pantas dijadikan kaca benggala untuk anak cucu kita. Setidaknya, dengan membaca biografi beliau, ada semangat untuk berlomba-lomba dalam nguri-uri serta ngrembakake budaya jawa supaya tidak terlindas oleh budaya asing yang sangat menglobal ini, sehingga dapat berperan serta dalam menjaga citra dan jati diri bangsa. Sebab, hanya dengan tertata dan tertanamnya akar kepribadian yang dimulai dari budaya suku bangsa-suku bangsanya termasuk Jawa, budaya bangsa akan tetap bertahan.
Selamat! Semoga budaya bangsa kita tetap lestari, dan jayalah bangsaku.
Wonogiri, 2005
*) Budayawan, Bupati Wonogiri
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi seri berikutnya.

0 Response to "Novel - EMPU DALANG - BIOGRAFI # BEGUG POERNOMOSIDI - SEKAPUR SIRIH"
Post a Comment