Legenda - Cerita Sepanjang Bengawan Solo # Ki Buyut Irapati
Sunday, 11 March 2018
Add Comment
![]() |
| Legenda - Cerita Sepanjang Bengawan Solo # Ki Buyut Irapati |
KI BUYUT IRAPATI
Oleh: Parpal PoerwantoArah timur laut dari Bojonegoro tepatnya di tepi bengawan yang berbatasan dengan bukit kecil terdapat sebuah makam yang dinamakan Makam Buyut Kencana. Makam itu masuk wilayah Dusun Banjarsari. Yang dimakamkan di tempat itu adalah putra-putra Pajang yang berhasil lolos dari kota praja dari amukan prajurit Mataram.
Dikisahkan, negara Pajang telah hancur dirusak prajurit Mataram. Banyak para keluarga kerajaan dan bala tentara yang menjadi korban. Maka, tidak ada pilihan lain bagi para putra-putra Pajang kecuali melarikan diri mencari selamat. Putra-putra Pajang yang berhasil lolos bersama anak istri adalah Raden Kencana, Raden Irapati, dan Raden Sungging. Tempat yang dipilih berupa bukit kecil berada di tepi sebuah bengawan.
Setelah berhasil mendirikan rumah dan menetap di tempat itu, putra-putra Pajang mengolah tanah sebagai mata pencaharian. Karenanya, tempat yang semula sepi dan angker tidak lama kemudian menjadi sebuah dusun yang ramai karena banyak warga yang juga ingin tinggal di tempat itu.
Suatu ketika istri Raden Irapati yang sekarang sering disebut Buyut Irapati sedang di sendang untuk mandi dan mencuci beras. Sendang itu terletak di tepi bengawan. Waktu itu Nyai Irapati mengajak anaknya yang bernama Tole. Ketika sedang mencuci beras, tanpa disangka-sangka datang buaya menyerang. Tidak ayal lagi perempuan paruh baya itu diseret buaya masuk ke dalam sungai. Melihat ibunya dimakan buaya, Tole segera pulang untuk melapor kejadian itu kepada bapaknya.
Mendengar laporan anaknya, seketika itu pula Buyut Irapati segera lari menuju bengawan. Dilihatnya ada seekor buaya tengah lari menuju Kedung Depis dekat Dusun Simo. Buyut Irapati segera masuk ke dalam sungai. Kini ia telah berhadapan dengan Raja Buaya.
Buyut Irapati disambut oleh Raja Buaya.
“Siapa namamu Kisanak, beraninya dating kemari,” Tanya Raja Buaya.
“Aku Buyut Irapati. Kedatanganku kemari akan memberi pelajaran kepada anak buahmu yang telah mencuri seekor ayam putih milikku.” Ki Irapati berkata demikian karena dihadapannya terlihat banyak bangkai manusia dan hewan. Di antara bangkai-bangkai itu ada satu yang mencurigakan, yaitu adanya seekor ayam betina putih dalam sebuah kurungan. Ayam itu kelihatan masih bernapas.
“Ayammu dicuri anak buahku?”
“Betul. Aku yakin ayam milikku berada disini.”
“Jika Kisanak bisa mendapatkannya kembali, carilah ayammu itu!”
Raja Buaya mengijinkannya. Ki Buyut Irapati segera keluar dari dalam sungai. Tangannya memegang seekor ayam putih. Sesampainya di daratan, ayam putih kembali wujud semula yaitu Nyai Irapati. Setelah sadar, Nyai Irapati disuruhnya pulang.
Ki Buyut Irapati segera kembali ke Kedung Depis. Di tangannya sebuah tambang dari sabut aren melingkar. Sesampainya di Kedung Depis, Ki Buyut Irapati berhasil menemui buaya yang telah memakan istrinya. Tanpa basa-basi Ki Buyut Irapati segera mengikat leher buaya itu kemudian diseretnya ke daratan tepatnya di Dusun Banjarsari Ngrayudan. Buaya itu lantas dipukulinya sekuat tenaga. Buaya berteriak-teriak kesakitan. Ia minta belas kasih Ki Buyut Irapati agar menghentikan amukannya. Akan tetapi Ki Buyut Irapati tidak mempedulikannya.
Akan tetapi buaya itu tetap meraung-raung kesakitan. Sambil menahan sakitnya, buaya berjanji bahwa tidak akan mengganggu Ki Irapati dan anak-cucunya.. Sebaliknya, buaya sanggup menjaga anak-cucu Ki Irapati dari ulah teman-temannya. Untuk itu, kata buaya, apabila aku kelihatan di pinggir sungai berarti di situlah teman-temanku sedang mencari mangsa.
Ki Irapati mengampuni buaya itu dan menyuruhnya untuk segera pergi.
Setelah meninggal, makam Buyut Irapati dan saudara-saudaranya menjadi pesadranan (peziarahan) orang-orang yang pekerjaannya menjalankan perahu atau rakit agar dalam melaksanakan pekerjaan terhindar dari gangguan buaya yang banyak di Bengawan Solo. Namun demikian, makam itu terkenal dengan sebutan Makam Buyut Kencana bukan Makam Buyut Irapati.
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi seri berikutnya.

0 Response to "Legenda - Cerita Sepanjang Bengawan Solo # Ki Buyut Irapati"
Post a Comment