-->

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 11

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 11
Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 11
TAMAN TEMBANG DAN SASTRABUDAYASahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN BUDAYA. Edisi kali ini disajikan budaya tentang Jamasan Pusaka Mangkunegaran di Wonogiri. Selengkapnya adalah sebagai berikut.

JAMASAN PUSAKA    

MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 11

Oleh: Parpal Poerwanto

Dampak  Penyelenggaraan Upacara Jamasan Pusaka Mangkunegaran di Wonogiri 


Dampak yang timbul dari penyelenggaraan upacara jamasan pusaka Mangkunegaran di Kabupaten Wonogiri meliputi beberapa bidang. Akan tetapi penulis akan membahas dalam tiga bidang yaitu dampak dalam bidang sosial, dampak dalam bidang budaya, dan dampak dalam bidang ekonomi.

Dampak Dalam Bidang Sosial


Dampak sosial yang terjadi di masyarakat sebenarnya belum tampak dalam kehidupan dan pola pikir masyarakat di Kabupaten Wonogiri. Masyarakat Wonogiri pada umumnya baru dalam taraf mengetahui saja, misalnya adanya arak-arakan pusaka sebelum pusaka-pusaka itu dijamas, pelaksanaan jamasan pusaka itu sendiri, dan lain-lain.

Ada pula anggapan masyarakat memandang prosesi jamasan pusaka itu sebagai hiburan yang terjadi sekali dalam setiap tahunnya (Dandul Sumarso, wawancara, 27 Desember 2009).  Pengunjung asal Desa Sonoharjo Wonogiri ini memanfaatkan liburan sekaligus menikmati upacara jamasan pusaka.

Akan tetapi ada juga sebagian masyarakat yang memiliki kepercayaan dan keyakinan tebal terhadap adanya kekuatan ghaib dari sutau benda. Sebagai orang Jawa  percaya bahwa pusaka-pusaka milik Mangkunegoro I itu bukan pusaka sembarangan. Pusaka-pusaka itu memliki keampuhan luar biasa yang tidak dimiliki oleh pusaka lain (Kabul Suparno, wawancara, 27 Desember 2009).


Selain itu, jika diamati ada dampak sosial yang lebih nyata yaitu rasa memiliki serta mewarisi tinggalan leluhur terlebih warisan itu berupa pusaka-pusaka milik orang yang secara sejarah telah berjasa terhadap negeri ini secara umum maupun sejarah berdirinya Kabupaten Wonogiri seccara khususnya. Hal ini dapat dilihat dari sejak acara selamatan dan pengambilan pusaka-pusaka di kedua tempat pusaka-pusaka itu disimpan (Selogiri, Girimarto, dan Giritirto). Pada acara itu secara suka rela orang-orang yang diberi kepercayaan melaksanakan tugasnya dengan suka rela dan penuh tanggung jawab. Begitu juga ketika para peraga yang melaksanakan tugas ketika kirab pusaka maupun pada jamasan pusaka itu hingga selesai. Mereka menjalankan tugasnya dengan sederhana dan terjalin kerukunan serta kebersamaan dengan seluruh warga untuk mendukung acara tersebut.

Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi seri berikutnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 11"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel