-->

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 9

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 9
Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 9
TAMAN TEMBANG DAN SASTRABUDAYASahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN BUDAYA. Edisi kali ini disajikan budaya tentang Jamasan Pusaka Mangkunegaran di Wonogiri. Selengkapnya adalah sebagai berikut.

JAMASAN PUSAKA    

MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 9

Oleh: Parpal Poerwanto

Utusan Pura Mangkunegaran segera melaksanakan tugasnya. Pusaka-pusaka itu dijamas satu per satu. Pertama-tama pusaka yang akan dijamasi dikeluarkan dari sarungnya atau pembungkusnya. Di meja telah bersedia peralatan untuk menjamas yang terdiri dari air bunga setaman, jeruk nipis, sikat, kain putih, bunga, tungku kecil untuk membakar kemenyan, minyak cendana, warangan, dan lain-lain. Tampak pula sesaji yang diletakkan di sekeliling tempat penjamasan.

Mengenai mantra yang digunakan oleh para penjamas berbeda-beda. Akan tetapi maksud dan tujuannya sama. Salah satu mantra tersebut adalah:

(Tir putih sukma mulya

Wesi aji pulosani

Sing ngreksa sing nunggu

Lan gaweyane para empu

Sumingkira sawetara

Bakal dakjamasi

Yen wis rampung

Baliya nyang sekawit. (Lilik GHD, wawancara, 28 Desember 2009).


(Hitam putih sukma mulia
Tosan aji pulosani
Yang menguasi yang menunggu
Dan buatannya para empu
Pergilah sementara
Akan kujamasi
Bila sudah selesai
Kembalilah ke tempat semula)

Jamasan diawali keris berukuran raksasa dengan panjang 3 meter dan berat mencapai 40 kg yaitu Kiai Nagaraja dan disusul keris berukuran panjang 2,5 meter dengan berat mencapai 30 kg bernama Kiai Naga Taksaka.

Kedua keris berukuran besar dan panjang ini, adalah milik Bupati Begug Poernomosidi. “Ini merupakan keris sisa dari kejayaan Majapahit,” kata Begug yang punya gelar KPAA Candra Kusuma Ki Ageng Andana Warih Sura Agul-agul ini. Kedua keris itu, ditemukan di dasar aliran Kali Brantas Jatim. Diduga, kedua keris itu dulunya merupakan atribut kebesaran yang dipasang pada armada kapal milik angkatan laut Kerajaan Majapahit (Bambang Pur, Suara Merdeka-Solo Metro, 28 Desember  2009 halaman A).


Selanjutnya adalah pusaka-pusaka dari Selogiri, yaitu keris Kiai Korowelang, tumbak Kiai Totog, dan tombak Kiai Baladewa. Kemudian disusul pusaka-pusaka dari Girimarto yaitu tombak Kiai Limpung dan keris Kiai Semar Tinandu, dan pusaka dari Sendang Kaliwerak Kiai Bancak dan Kiai Alap-Alap.  Setelah selesai menjamas pusaka-pusaka dari Pura Mangkunegaran dilanjutkan jamasan pusaka milik Pemkab Wonogiri, dan milik beberapa pejabat Wonogiri. Pusaka milik Pemkab Wonogiri yaitu Gong Kiai Mendung Ekodoyowilaga.

Selain itu banyak orang yang memiliki pusaka yang diikutsertakan dalam jamasan tersebut. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan menghemat beaya untuk menyediakan peralatan maupun sesaji. Untuk tahun 2009 kali ini setiap pusaka yang diikutksertakan untuk dijamas hanya dikenai beaya Rp30.000.

Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi seri berikutnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 9"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel