-->

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 8

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 8
Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 8
TAMAN TEMBANG DAN SASTRABUDAYASahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN BUDAYA. Edisi kali ini disajikan budaya tentang Jamasan Pusaka Mangkunegaran di Wonogiri. Selengkapnya adalah sebagai berikut.

JAMASAN PUSAKA    

MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 8

Oleh: Parpal Poerwanto

Bagian keempat, yaitu Komandan Irontono (Ki Djoko Sihono), pembawa ratus (2 orang), joli diapit delapan Irontono, Dhomas Wonogiri (8 orang), dan Punggawa Baku (40 Joyo).

Bagian kelima, Spanduk Pusaka Wonogiri, Pasukan nDalem Kabupaten (Gong Kiai Mendung Eka Daya Wilaga dan pusaka lainya), Muspika Kecamatan Wonogiri, pembawa ratus (2 orang), Dhomas Sekretatirat (8 orang), para Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor, dan Kepala Bagian Kabupaten Wonogiri, para Camat/Kepala Bidang/Sekretaris/Kabag TU, Kepala Seksi, Pengiring Staf Setda/Dinas/Instansi Kabupaten Wonogiri

Bagian keenam, Mobil Propaganda Badan Keluarga Berencana Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Wonogiri, spanduk Pusaka Kecamatan Selogiri (Kiai Totog, Kiai Jolodoro, dan Kiai Korowelang), Muspika Kecamatan Selogiri, pembawa ratus (2 orang), pusaka diapit Irontono (8 orang), Putri Dhomas Kecamatan Selogiri (16 orang), pengawal dari Jaten (10 orang), dan pengiring Kecamatan Selogiri.


Bagian ketujuh, Mobil Propaganda PT. Air Mancur, spanduk Pusaka Kecamatan Girimarto (Kiai Limpung dan Kiai Semar Tinandu), Muspika Kecamatan Girimarto, pembawa ratus (2 orang), pusaka diapit Irontono (8 orang), Putri Dhomas Kecamatan Girimarto (16 orang), dan pengiring Kecamatan Girimarto.

Bagian kedelapan, Mobil Propaganda PT. Delthomed Laboratories, spanduk Pusaka Sendang Kaliwerak, Pusaka Sendang Kaliwerak (Kiai Bancak dan Kiai Alap-Alap), Kepala Desa/Kelurahan se-Kecamatan Wonogiri, dan pengombyong.

Bagian kesembilan, Group Kesenian yang terdiri atas : Drum Band SMP Negeri 2 Wonogiri, Tari Badui (SMK N 2 Wonogiri), Topeng Ireng (Kabupaten Boyolali), Tari Butong (SMP N 2 Eromoko), Musik Lesung (Kabupaten Karanganyar), dan Group Reog Kucingan dari Ngadirojo Wonogiri. Selanjutnya, bagian kesepuluh adalah Mobil Patroli Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonogiri.

Setelah keluar dari halaman pendapa kabupaten, kirab pusaka menuju ke arab barat melewati Jalan Kabupaten munuju jalan protokol (Jalan Raya Wonogiri). Sesampainya di pertigaan jalan protokol arak-arakan kirab pusaka menuju ke arah selatan (kiri) menyusuri jalan protokol hingga lapangan Sukorejo, kira-kira sejauh 1 kilometer yang memakan waktu tempuh kira-kira 40 menit.  Selama rombongan kirab pusaka ini melewati jalan protokol suasana sepanjang jalan tampak semarak ramai. Mereka datang dari berbagai penjuru. Bukan hanya masyarakat Wonogiri saja tetapi dari luar daerah juga banyak yang datang. Suasana ini dimanfaatkan para pedagang kaki lima untuk menjajakan dagangannya. Selanjutnya pusaka dan para pendukung jalannya jamasan pusaka Mangkunegaran diusung dengan kendaraan menuju tempat penjamasan pusaka yaitu di Obyek Wisata Waduk Gajahmungkur.

Pukul 11.00 rombongan kirab pusaka tiba di depan pintu gerbang Obyek Wisata Waduk Gajahmungkur, semua rombongan turun dari kendaraan bermotor kemudian membentuk formasi seperti semula. Subamanggala, Ki Iskandar melanjutkan memimpin jalannya kirab menuju tempat penjamasan dengan diawali dua ekor gajah penghuni Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur dengan diiringi gendhing Monggang dengan kidung Sarira Hayu. Pusaka diterima oleh KRTH Soedioro Hatmo Prewito yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryadi, SH. M.M dan  Kabag Kerjasama Setda Kabupaten Wonogiri, Drs. Teguh Setiyono, MM. Kemudian pusaka ditaruh di tempat penjamasan. Selanjutnya diadakan upacara selamat datang oleh Ketua Panitia, Ir. Suprpato, MM yang juga Sekda Kabupaten Wonogiri.

Sebelum acara jamasan pusaka dilaksanakan terlebih dahulu disajikan tari Bedhaya Tumurune Wahyu Katresnan yang dibawakan 7 penari, 2 pembawa ratus, dan seorang pembawa biji-bijian 9 macam dan kidungan Sarira Hayu. Selain itu juga pembacaan doa bersama agar jalannya jamasan pusaka berjalan lancar dan tidak mendapat halangan suatu apa. Doa dipimpin oleh M. Taufik Staf KUA Wonogiri. Adapun doa tersebut adalah sebagai berikut:

Alhamdulillahirobbil ‘alamin
Wabihi nastainu ‘ala umuridunya wadin
Washolatu wasalamu ‘ala asrofil ambiyai wal mursalin waala alihi washobihi ajmain
Allohu la ilaha illa huwal khayul qoyumu la tak kuduhu sinatu wala naum. Lahu mafissamawati wama filardhi mandaladi yasfau indahu illa biidnihi yaklamu ma baina aidihim wama kholfahum. Wala yukhituna bi saiim min ilmihi illa bimasya’a wasia kursiyuhus samawati wal ardho. Wala yaudhuhu khifduhuma wahuwal aliyul adhim


Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih
Pada kesempatan yang berbahagian ini, kami memuji kemuliaan-Mu dan menghaturkan sembah syukur kehadirat-Mu serta memanjatkan doa kepada-Mu terimalah kehadiran kami dengan sifat-Mu Yang Maha Pengasih lagi Penyayang.
Ya Allah tuhan Yang Maha Tahu
Dalam Rangka pelestarian adapt budaya daerah, hari ini kami dapat melaksanakan Upacara Jamasan Pusaka KGPAA Mangkunegara I dengan tertib, aman dan lancar, untuk itu berilah kami hikmah dari upacara ini, agar kami yang hadir ini bisa meneruskan perjuangan para pendahulu kami, dan dapat meneruska perjuangan dan cita-citanya.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim
Berat tugas yang kami hadapi. Berat beban yang dipikulkan kepada bangsa kami. Karena itu ya Allah berilah kekuatan lahir dan batin agar kami dapat menunaikan tugas-tugas yang diamanahkan kepada kami sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna.
Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun
Ampuni dosa kami. Dosa orang tua kami. Dosa para pemimpin suhada bangsa. Kabulkan doa kami. Amin. (M. Taufik, observasi, 27 Desember 2009).


Selesai pembacaan doa KPAA Candra Kusuma Sura Agul Agul Ki Dana Warih / Ki Bodronoyo Mas H. Begug Poernomosidi yang juga Bupati Wonogiri menyerahkan wayang Batara Kala kepada dalang sejati Ki Sutino Hardokocarito yang akan memimpin acara ruwatan massal dengan menggelar wayang kulit dengan lakon Murwakala. Bersamaan dengan itu, sekitar pukul 11.15 WIB  segera dimulailah jamasan pusaka-pusaka Mangkunegaran di Kabupaten Wonogiri.

Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi seri berikutnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 8"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel