Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 7
Monday, 26 March 2018
Add Comment
![]() |
| Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 7 |
JAMASAN PUSAKA
MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 7
Oleh: Parpal PoerwantoDiarak
Prosesi upacara jamasan pusaka Mangkunegaran di Kabupaten Wonogiri diawali dengan pengambilan pusaka-pusaka milik R.M. Said (Pangeran Sambernyowo) di Nglaroh Selogiri, Bubakan Girimarto, dan Giritirto Wonogiri. Pusaka-pusaka yang ada di Selogiri disimpan di sebuah tugu, sedangkan yang berada di Girimarto disimpan di sebuah rumah bekas tempat samadi dan pakuwon R.M. Said. Sementara pusaka yang ada di Sendang Kaliwerak disimpan di Giritirto. Pengambilan pusaka-pusaka di Selogiri dilakukan oleh kerabat Mangkunegaran yang telah diberi tugas dengan dibantu oleh satu orang yang berasal dari daerah Wijil. Hal ini diyakini karena hanya keturunan orang daerah Wijil yang mampu membantu pengambilan pusaka-pusaka tersebut. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan cikal-bakal orang-orang Mangkunegaran yang berasal dari daerah Wijil. Pengambilan pusaka-pusaka yang berada di Girimarto dan Giritirto cukup dilakukan oleh orang-orang utusan Mangkunegaran.
Pusaka-pusaka yang telah diambil dari tempat penyimpanannya selanjutnya disemayamkan terlebih dahulu di pendapa kecamatan masing-masing untuk diadakan selamatan dan pembacaan kidung, kecuali pusaka yang ada di Sendang Kaliwerak. Setelah segala persiapan dan perlengkapan yang ada di kecamatan selesai, maka pusaka-pusaka tersebut segera dimasukkan ke dalam joli dan dibawa berangkat menuju ke pendapa kabupaten. Pukul 07.45 pusaka dari Selogiri dan Girimrato sudah sampai di Wonogiri. Pusaka dari Selogiri berhenti di jalan depan Masjid At-Taqwa dan pusaka dari Girimarto berhenti di jalan Timur Lapangan Kabupaten. Sedangkan pusaka Kaliwerak berhenti di depan Wisma Depag.
Pukul 08.00 pusaka-pusaka tersebut sudah masuk ke pendapa kabupaten dengan diiringi gendhing Monggang dibarengi Kidung Sarira Hayu. Selanjutnya pusaka diserahkan KRMT Lilik Priyarso Tirtodiningrat kepada KPAA Candra Kusuma Sura Agul-Agul Ki Dana Warih / Ki Bodronoyo Mas H. Begug Poernomosidi yang juga Bupati Wonogiri. Selanjutnya bupati memerintahkan kepada Subamanggala Ki Iskandar agar pusaka Mangkunegaran dan pusaka nDalem Kabupaten Wonogiri dikirabkan menuju tempat penjamasan di Obyek Wisata Waduk Gajahmungkur Wonogiri, yang berjarak sekitar 6 km.
Acara kirab pusaka ini dimulai sekitar pukul 08.50 WIB yang diawali dari pendapa kabupaten. Sebelum pusaka-pusaka dari kedua kecamatan tiba, di depan pendapa telah siap beberapa rombongan atau pengiring yang nantinya ikut dalam meramaikan semaraknya kirab pusaka.
Urut-urutan kirab pusaka Mangkunegara I tanggal 27 Desember 2009 terdiri atas sepuluh bagian. Bagian pertama terdiri atas Mobil Promosi (Komentator dari Bagian Humas Setda Kabupaten Wonogiri), Mobil Foreriders Roda 4 (Poltas), Drum Band dari SMP Negeri 3 Wonogiri, dan Drum Band dari SD Negeri I Wonogiri.
Bagian kedua adalah Petugas Polantas (2 Sepeda Motor), Mobil Satpol PP Kabupaten Wonogiri, dan Motor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonogiri (2 sepeda motor).
Bagian ketiga, terdiri atas Bupati Wonogiri, Putri Bedhaya, Pasukan Pembawa Pusaka Bupati, Jogo Rekso (Satpol PP), Jogo Tirto (PDAM), Wakil Bupati beserta istri, Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri beserta istri, Komandan Kodim 0728 Wonogiri beserta istri, Kapolres Wonogiri beserta istri, Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri beserta istri, Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri beserta istri. Rombongan kirab ini semua naik kereta kuda. Kemudian disusul Subomanggolo Kirab, Ki Iskandar yang diapit oleh Sukimin (Lurah Giritirto) dan Giyanto (Lurah Wonoboyo) dengan pasukan pendamping (10 orang). Berikutnya adalah Dhomas Wonogiri sebanyak delapan orang, Pasukan Kraton yang terdiri dari Sorogeni, Prawirotomo, dan Prawiroanom. Disambung Paguyuban Kawula Kraton Surakarta (PAKASA) sebanyak 60 orang.
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi seri berikutnya.

0 Response to "Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 7"
Post a Comment