-->

Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 7


Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 7
Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 7
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - LEGENDA - Sahabat Taman Tembang dan Sastra, berjumpa kemabli dengan taman legenda (cerita rakyat). Kali ini taman legenda akan melanjutkan kisah Cempurung Ki Ageng Donoloyo, yakni bagian 7. Kisah ini merupakan terjadinya Alas Donoloyo di Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Selengkapnya sebagai berikut.

CEMPURUNG

KI AGENG DONOLOYO # 7

Oleh: Parpal Poerwanto

Pangeran Dono Kusumo berselisih pendapat denga Pangeran Meleng. Untuk itu, ia tidak tinggal di Sokoboyo. Ia melanjutkan pengembaraanya untuk mencapai cita-citanya, yakni hidup sederhana tetapi bermanfaat bagi kehidupan sesama. 

Meskipun sebenarnya ia berat hati berpisah dengan saudara tuanya, Dewi Donowati, kakinya tetap melangkah. Kali ini arah yang di tuju adalah selatan. Perjalanan cukup berat karena harus membuat jalan setapak dengan menyingkirkan perdu-belukar.

Menjelang sore, Pangerang Dono Kusumo sampailah di sebuah dusun yang terletak di kaki Gunung Brojo. Dudun Watusomo namanya. Dusun ini masih sangat sepi karena memang penduduknya belum banyak. Hanya ada beberapa rumah penduduk yang berdiri di sana. Namun, penduduknya ramah-ramah.


Pangeran Dono Kusumo tertarik dengan para warga Watusomo yang bersahaja dan bersahabat itu. Semua yang dijumpai di tengah jalan selalu menyapanya penuh hangat. Untuk itu, Pangeran Dono Kusumo pengin tinggal di Watusomo.

Pangeran Dono Kusumo diterima warga dengan baik. Ia juga diperbolehkan tinggal di Watusomo. Kepada warga, Pangeran Dono Kusumo mengaku bernama Donosari. Hal ini dilakukan untuk menyembunyikan siapa dia sebenarnya. Dimaksudkan agar warga memberlakukan dirinya tidak berlebihan sehingga keakraban semakin terjalin.

Dalam hidup keseharian, Donosari sangat ringan tangan. Tidak segan-segan membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan, tanpa pamrih sedikitpun. Kepada siapa saja Donosari tidak pernah merasa besar kepala. Karena sikap-sikap itulah dengan kesepakatan bulat, warga mengangkat dirinya sebagai sesepuh dusun Watusomo dengan sebutan Ki Ageng Donosari.


Dalam mencukupi kebutuhannya, Ki Ageng Donosari mengolah tanah pertanian yang merupakan pemberian warga sebagai bengkok sesepuh dusun. Ilmu bertaninya cukup baik. Ia juga tidak pelit ilmu. Kepada warga, ia memberikan contoh cara-cara bertani yang baik sehingga hasilnya lebih banyak daripada cara-cara tradisonal yang dilakukan warga.

Sebagai sesepuh, ia tidak lupa sering memberi saran, Namun, ia bukan merupakan pemimpin yang hanya senang menunjuk atau memerintah. Ia selalu menjadi suri teladan yang terdepan. Umpamanya tentang cintanya terhadap kelestarian lingkungan. Di setiap kesempatan ia selalu mengajak para warga supaya sudi menanami lahan-lahan yang kosong dengan tanaman keras seperti sengon, mahoni, sawo, sana, dan lain-lain. Selain itu, di antara tanaman palawija juga ditanami tanaman kearas sebagai pelindung tanah. Sekarang, alam yang awalnya terlihat gersang menjadi hijau dan subur.

Sahabat, terima kasih atas kunjungannya. Sampai ketemu lagi di bagian 8. Sampai jumpa.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 7"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel