Legenda - Buaya Kedung Depis 7 # Menyelamatkan Nyai Buyut
Monday, 5 February 2018
Add Comment
![]() |
| Legenda - Buaya Kedung Depis 7 # Menyelamatkan Nyai Buyut |
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - LEGENDA - Sahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan taman legenda (cerita rakyat). Edisi kali ini masih melanjutkan cerita rakyat Buaya Kedung Depis, yakni bagian 7 Menyelamatkan Nyai Buyut. Selengkapnya adalah sebagai berikut.
BUAYA KEDUNG DEPIS (7)
MENYELAMATKAN NYAI BUYUT
Oleh: Parpal Poerwanto
Ketika itu, Ki Buyut Irapati melihat sosok buaya yang lari menuju Kedung Depis. Kedung itu airnya cukup dalam yang terletak di dekat Dusun Sima. Ki Buyut Irapati tidak menyia-nyiakan waktu. Buaya yang lari penuh ketakutan itu diubernya. Kemarahannya memuncak. Namun, tetap waspada karena yang dihadapi adalah buaya bukan sembarang buaya tetapi buaya jadi-jadian.
"Berhenti buaya keparat...!" kata Ki Buyut Irapati sambil menghadang persis di depan buaya. Dilihatnya mulut buaya itu sedang menggigit seekor ayam putih. Dengan mata batinya, Ki Buyut Irapati bisa menebak bahwa yang berubah wujud menjadi ayam putih itu adalah istrinya. Karenanya, Ki Buyut Irapati segera minta kembali ayam putih itu.
"Buaya kurang ajar. Saya minta baik-baik kembalikan ayam putih itu!"
"Kamu ini siapa? Berani sekali minta jatah makan siangku!" jawab buaya itu dengan penuh kesombongan.
"Ketahuilan, ayam putih yanh kamu makan itu adalah milikku. Makanya kembalikan ayam itu!"
"Ayam ini masuk wilayahku. Sudah semetinya menjadi jatah makanku,"
"Buaya, saya masih punya kesabaran. Sekali lagi, kembalikan ayam tersebut kepadaku!"
Buaya itu tetap bersikukuh dengan pendiriannya. Buaya itu tidak mau mengembalikan ayam putih yang sekarang masih dalam mulutnya. Ki Buyut marah sekali, Seketika itu pula diserangnya buaya itu. Ternyata buaya itu sudah siap siaga. Dengan tangkasnya serangan Ki Buyut dapat dihindari. Pada saat itu pula puluhan buaya datang mengepung Ki Buyut Irapati. Maka terjadilah perkelahian yang sangat seru. Satu manusia menghadapi puluhan buaya yang menyerang dengan ganasnya.
Ki Buyut Irapati bukan menusia sembarangan. Meskipun dikeroyok puluhan buaya, dirinya tidak takut. Dengan hati-hati KI Buyut selalu berusaha menghindar serangan buaya-buaya yang datang bertubi-tubi. Kadang-kadang sabetan ekor buaya dengan duri-durinya yang tajam berhasil mendarat di punggung Ki Buyut. Tak pelak lagi darah segar mengalir. Diusapnya luka itu dengan telapak tangannya. Seketika darah tidak berhenti mengalir dan luka kembali sembuh.
Perkelahian berjalan sangat lama dan melelahkan. Untuk itu, Ki Buyut Irapati ingin segera mengakhiri. Dengan sekali gerakan, Ki Buyut dapat mengalahkan semua buaya yang mengeroyoknya. Seperti ada ribuan peluru dari tangan Ki Buyut yang menyerang serentak buaya-buaya itu. Tidak ada jalan lain bagi semua buaya itu kecuali segera melarikan diri masuk ke lubang persembunyian yang aman.
"Hai, buaya keparat. Keluarlah, ayo lawanlah saya. Jangan hanya berani mengambil ayam, ini yang punya ayam kalahkanlah!" teriak Ki Buyut dengan kerasnya. Namun, tiada satupun buaya yang menjawab atau menampakkan diri. Ki Buyut irapati semakin marah. Kedung Depis airnya diaduknya kembali.
Bengawan Semanggi yang airnya kelihatan kecoklatan warnya semkain keruh saja. Apalagi bercampur dengan darah segar dari luka-luka yang terkena pukulan ajian Ki Buyut. Selain itu, bau anyir sangat menyengat berasal dari potongan-potongan tubuh buaya.
Sahabat, terima kasih atas kunjungannya. Nantikan kelanjutan cerita ini pada seri 8 Menghadapi Raja Buaya.

0 Response to "Legenda - Buaya Kedung Depis 7 # Menyelamatkan Nyai Buyut"
Post a Comment