Puisi - Litani Burung Gagak & Karena
Monday, 5 February 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - Litani Burung Gagak & Karena |
Kedua puisi tersebut diambil dari antologi puisi Belajarlah Dari. Tentang puisi Litani Burung Gagak pernah dimuat di Solopos Minggu Pahing, 2 November 2003. Selengkapnya adalah sebagai berikut.
LITANI BURUNG GAGAK
Oleh: Parpal Poerwanto(Pro: Mahasiswa STPDN)
Inilah perjanjian yang terhidang
Cahaya pekat dan terang
Dari sumbu-sumbu duniawi
Dalam altar kenisbian
Nyanyian litani burung gagak
Sumbang mengurung malam
Dengan paruh dibelahnya rembulan
Runtuh dalam hening pejal
Dan kembali lengking:
Adalah kematian
Medio September 2003
Solopos, Minggu Pahing, 2 November 2003
KARENA
Oleh: Parpal PoerwantoKarena kerakusan majikan
Wanita lugu membuang bayi di tong sampah
Karena segala fasilitas memungkinkan
Anak sekolah turun ke jalan, tawuran
Karena wajib belajar
Anak-anak gelandangan merajalela
Karena kemakmuran untuk segenap rakyat
Maka bebas melalap pulau-pulau dan hutan-hutan
Karena lapar, harimau membakar hutan
Karena emas tak enak dimakan
Beratus saudara kita di Irja mati kelaparan
Karena demokrasi
Maka akurlah anak, menantu, istri dan famili
Karena hujan batu di negeri sendiri
Lebih baik dipancung di negeri orang
!
karena matahari masih terbit
aku juga butuh Makan
Gambir, 201197
Sahabat, terima kasih kunjungannya. Sampai jumpa.

0 Response to "Puisi - Litani Burung Gagak & Karena"
Post a Comment