-->

Legenda - Buaya Kedung Depis 6 # Buaya Kedung Depis

Legenda - Buaya Kedung Depis 6 # Buaya Kedung Depis
Legenda - Buaya Kedung Depis 6 # Buaya Kedung Depis
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - LEGENDA - Sahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa lagi dengan taman legenda (cerita rakyat). Taman legenda kali ini akan meneruskan cerita Buaya Kedung Depis bagian 6 dengan judul Buaya Kedung Depis. Selengkapnya sebagai berikut.

BUAYA KEDUNG DEPIS (6)

BUAYA KEDUNG DEPIS

Oleh: Parpal Poerwanto

Kehidupan di Dusun Banjarsari berjalan sangat aman dan tenteram. Kabar yang telah dikatakan oleh beberapa warga kepada Ki Buyut Irapati mengenai keganasan buaya Kedung Depis belum terbukti. Sejauh ini belum ada kabar tersiar bahwa warga Banjarsari hilang karena dimakan buaya.

Penduduk setempat selalu memanfaatkan air Bengawan Semanggi untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci pakaian. Begitu juga dengan memandikan binatang ternak seperti kerbau, sapi, dan kambing. Mereka juga sering mencari ikan di bengawan itu yang aikannya terkenal banyak dan besar-besar. Sejauh ini memang tidak pernah terdengan adanya bahaya dari ancaman buaya.

Suatu hari, Nyai Buyut Irapati pergi ke sendang untuk mandi dan mencuci beras. Letak sendang itu tidak jauh dari aliran Bengawan Semanggi. Seperti kebiasaan, Nyai Buyut Irapati mengajak anaknya yang berumur tujuh tahun yang sering dipanggil dengan sebutan Thole.

Setelah dimandikan, anaknya disuruh menunggu di atas batu yang terletak tidak jauh dari sendang. Nyai Buyut Irapati giliran mandi. Selesai mandi Nyai Buyut Irapati berniat untuk mencuci beras. Namun, naas baginya. Tanpa menduga sebelumnya, tiba-tiba datang seekor buaya yang langsung mencaplok tubuhnya. Melihat kejadian itu, Si Thole, anaknya menangis meraung-raung.

"Ibu hilang..., Ibu dimakan buaya..., huuuuu....!" tangisnya sambil melangkah pulang. Sepanjang perjalanan Thole menangis terus. Hal itu menyebabkan perhatian semua warga. Banyak orang yang bertanya tetapi Thole tidak menjawabnya. Karenanya, mereka berbondong-bondong mengikuti Thole hingga sampai di rumahnya.


"Ada apa menangis? Di mana ibumu?" tanya Ki Buyut Irapati.
"I..., ibu dimakan...huuuuuuu...."
"Dimakan, apa? Bicaralah yang jelas!"
"Dimakan buaya...?" Ki Buyut Irapati kaget. Begitu juga dengan orang-orang yang sedari tagi ingin tahu kepana Thole menangis.
"Dimakan buaya? Di mana?" tanya Ki Buyut Irapati kemudian.
"Di bengawan sana...." jawab Thole tangannya sambil menunjuk arah Kedung Depis.
"Dasar buaya kurang ajar. Ya sudah, diamlah. Ibumu pasti selamat!"

KI Buyut Irapati segera berlari menuju Bengawan Semanggi. Langkahnya bagaikan peluru melesat. Sesampainya di pinggir sungai, Ki Buyut Irapati segera terjun ke dalam air. Namun, tidak ada tanda-tanda adanya buaya yang tinggal di sungai itu.

Merasa jengkel, diaduknya air sungai itu. Maka, bergelombanglah dengan dasyatnya sehingga semua buaya merasa terancam keselamatannya. Para buaya merasa bahwa orang yang nekat mengaduk itu bukan sembarang orang. Karenanya, banyak buaya yang lari ingin menyelamatkan diri.

Sahabat, terima kasih atas kunjungannya. Nantikanlah lanjutan kisah ini pada bagian Menyelamatkan Nyai Buyut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Legenda - Buaya Kedung Depis 6 # Buaya Kedung Depis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel