-->

Puisi - Nyanyian Sepanjang Hari

Puisi - Nyanyian Sepanjang Hari
Puisi - Nyanyian Sepanjang Hari

TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - PUISI - Sahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan taman puisi. Pada edisi kali ini taman puisi akan menyuguhkan sebuah puisi karya Parpal Poerwanto berjudul Nyanyian Sepanjang Hari.

Puisi ini diambil dari buku antologi puisi Belajarlah Dari yang pernah dimuat di harian Pos Kita, 2 April 2000. Selengkapnya adalah sebagai berikut.

NYANYIAN SEPANJANG HARI

Oleh: Parpal Poerwanto

Seperti dalam cerita kita menutup hari
Dengan gemuruh pilu dan kesumat syakwasangka
Nyanyian jiwa sepanjang hari tak terjawab
Dalam muatan kasih. Kesaksianku
Menjelma arang dan rerumputan. Perjalanan anyir
Tubuhmu-tubuhku wujud relatif angka

(geliat cacing cacing tanah
terinjak dan terbakar gelap ambisi)

diriku dirimu tak lebih dari
sebuah percakapan tak singgah nurani
pada gilirnya lenyap di ujung telinga!

seperti dalam dongeng burung burung gaok
nyanyikan pesta kematian di antara ada dan tiada
terbang di atas reruntuhan
hari menutup pori pori harga sebuah perjuangan
dalam ambang kepasrahan dari persembunyian
Wajah wajah bertopeng yang setiap saat
Meminjam tangan Tuhan
Untuk mengutuk atau menjaring
Dengan sarang laba laba
Kuku kuku runcingnya mencabik cabik
isi perut lalu dibungkus
Dengan cita lapis tujuh kedap bau amis membusuk

(gugusan raga kembali muasal
tiadakah nurani?)

seperti gelombang kami merobek hari
rindu angin hapuskan gundah
pada hujan kesejukan diharap
Atas kasih, atas cinta yang kian terlunta

Gambir, 960809
Pos Kita, 2 April 2000

Sahabat, terima kasih atas kunjungannya. Salam sastra: rekan santun ukhuwah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Puisi - Nyanyian Sepanjang Hari"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel