Puisi - Bila Malam Mengetuk
Friday, 26 January 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - Bila Malam Mengetuk |
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - PUISI - Sahabat Taman Tembang dan Sastra, jumpa lagi dengan taman puisi. Kali ini akan disajikan puisi karya Parpal Poerwanto yang berjudul Bila Malam Mengetuk.
Puisi ini ditulis tahun 1996 dan dimuat di harian Pos Kita, 2 April 2000. Selengkapnya adalah sebagai berikut.
BILA MALAM MENGETUK
Oleh: Parpal PoerwantoBila malam mengetuk pagi
Tak kutangkap isyarat musim semaikan
Benih cinta, tetesan peluh lunturkan debu
Menutup lapisan sepatu butut setia pada kaki
Arungi sisa sisa cinta tercampak
Pada panggung dunia, di antara gedung gedung
Dan parabola menuding langit
Bila hari tampakkan wajah
Tak kusambut bahasa pagi santuni
Jiwa terpuruk, embun embun netes
Sirna ditelan kemarau bumi, telusuri
Berapa jauh layar arungi
Samodra kepalsuan dalam rangkuman
Tutur manis bergincu jalanan
Bila malam mengetuk pintu
Semua ruang tertutup pada wajah wajah
Tersembul dari balik layar suguhkan cinta instan
Dalam melodrama tv dan dentingnya jam dinding
Menghantam hantam dada, suara nyamuk meraung raung
Pecahkan genderan telinga menangkap tangis
Seekor burung atas belahan jiwa
Gambir, 960722
Pos Kita, 2 April 2000
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih kunjungannya. Sampai jumpa.

0 Response to "Puisi - Bila Malam Mengetuk"
Post a Comment