-->

PUISI SENJA

PUISI SENJA
PUISI SENJA

TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - PUISI - Puisi berjudul Senja ini diambil dari antologi puisi Belajarlah Dari dan pernah dimuat di koran Angkatan Bersenjata edisi 21 Oktober 1993. Puisi ini berkisah tentang sepasang manusia yang telah usia lanjut. Untuk selengkapnya simak berikut ini.

SENJA

Oleh: Parpal Poerwanto

I
bangun pagi, nyai
untuk menepas galengan lagi
di kisi-kisi waktu ini
di sisa hidup ini
bukannya aku tak mengerti
basahnya tubuh ini
namun kering di hati

sarapan pagi, nyai
untuk mengayun cangkut lagi
ke lumpur sawah kita
walau alam semarak ramai
menghibur diri
namun sepi di hati

pulang pun siang, nyai
setelah bergelut lumpur air
aku pun serah diri
bukannya aku tak berani
menantang terik ini
namun dingin di hati

II
nyai,
serasa hidup ini tak berarti lagi
bukannya aku frustasi
namun aku tak mau terbawa arus duniawi
sebab kitamasih bisa bertobat
sebelum kita menghadap nanti

III
nyai,
tahukah kau cakrawala senja
di mana mematuk usia kita
di sana kita akan diempaskan
ke alam jauh
ghoib

IV
nyai,
cukupkah bekal kita untuk berlayar
sawah yang penuh lumpur air tak mungkin
kita bawa
kita tak akan memanggul cangkul lagi
untuk bertempur dengan lumpur
tanah hitam yang kita injak hampir seabad

nyai,
mari heningkan cipta
di cekaman malam gulita merasuk sukma
memohon pada hyang manon
untuk jembatan titihan kita

Angkatan Bersenjata edisi 21 Oktober 1993

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "PUISI SENJA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel