SD NGINDEN LEBIH TERKENAL DARI PADA NAMA ASLINYA #FaktaUnik #Bonangan
SD NGINDEN LEBIH TERKENANL DARI PADA NAMA ASLINYA#FaktaUnik #Bonangan
By Parpal Poerwanto
Taman Tembang Sastra (Bonangan). Nama kadang punya jalannya
sendiri, terlepas dari apa yang tertulis di papan nama resminya. Begitulah yang
terjadi pada sebuah sekolah dasar di desa kami. Kalau Anda bertanya arah ke
"SDN 2 Sonoharjo", kemungkinan besar warga sekitar—terutama generasi
sepuh—akan sempat berpikir sejenak atau malah mengernyitkan dahi. Tapi coba
sebut "SD Nginden", mereka akan langsung menunjuk arah dengan lancar
tanpa ragu. Padahal, jika dirunut secara administratif dan demografis, julukan
populer itu menyimpan sederet keanehan yang cukup menggelitik.
Keanehan pertama dimulai dari urusan peta. SDN 2 Sonoharjo
sama sekali tidak berdiri di Dukuh Nginden. Bangunan sekolah itu nyata-nyata
berdiri tegap di tanah Dukuh Ringinharjo. Bagi orang luar, mungkin dikira
Nginden dan Ringinharjo hanya berdampingan dalam satu RT atau RW. Di antara
keduanya terpisahkan jalan membelah ladang yang cukup jauh.
Di sinilah letak keanehan keduanya: kedua dukuh ini beda
dusun! Dukuh Nginden merupakan bagian dari Dusun Nginden (yang membawahi
wilayah Nginden, Tuguharjo, dan Sambiharjo). Sementara itu, Dukuh
Ringinharjo—si "tuan rumah" lokasi sekolah yang sebenarnya—masuk ke
wilayah Dusun Wiro (bersama Wiro dan Warurejo). Jadi, bagaimana bisa sebuah
sekolah yang berdiri di wilayah Dusun Wiro justru condong mengusung nama dukuh
tetangga dari dusun sebelah?
Namun, puncak keanehan dari riwayat sekolah ini bukan
terletak pada letak geografisnya, melainkan pada rombongan muridnya. Meskipun
warga awam kompak menyebutnya sebagai "SD Nginden", sejak awal
berdiri sekitar dekade 1980-an hingga medio 2008-an, boleh dibilang ora ana
alias tidak ada satu pun anak-anak dari Dukuh Nginden yang bersekolah di sana.
Bukannya bersekolah di tempat yang namanya
"mencatut" dukuh mereka sendiri, para orang tua di Nginden masa itu
justru memilih mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah dasar yang masuk
wilayah Jatipuro, Kabupaten Karanganyar. Padahal, jarak tempuh menyeberang ke
Jatipuro itu dua kali lipat lebih jauh dibanding jalan kaki ke Ringinharjo.
Sebuah dinamika sosial-geografis lokal yang cukup unik pada zamannya.
Lantas, kapan benang kusut nama dan murid ini mulai terurai?
Titik baliknya terjadi sekitar tahun 2008, ketika pemerintah
setempat mendirikan TK Satu Atap di lokasi sekolah tersebut. Keberadaan TK ini
bagaikan jembatan pembuka isolasi. Anak-anak kecil dari Nginden yang mulai
masuk TK di sana perlahan-lahan melanjutkan jenjangnya ke bangku SD di tempat
yang sama. Sejak saat itulah, satu per satu anak Dukuh Nginden akhirnya
benar-benar bersekolah di SD Nginden... eh, maksudnya SDN 2 Sonoharjo, dhing!
Begitulah riwayat kecil tentang sebuah sekolah. Mau
dipanggil SDN 2 Sonoharjo atau SD Nginden, yang jelas tembok-tembok kelasnya di
Ringinharjo itu kini tetap riuh oleh gelak tawa anak-anak dari berbagai dusun
di sekitarnya. #FaktaUnik (PAL).

0 Response to "SD NGINDEN LEBIH TERKENAL DARI PADA NAMA ASLINYA #FaktaUnik #Bonangan"
Post a Comment