-->

WONOGIRI MENUJU ERADIKASI FRAMBUSIA 2023 (SOSIALISASI DAN CEK FRAMBUSIA DI SDN 2 SONOHARJO)

 


WONOGIRI MENUJU ERADIKASI FRAMBUSIA 2023
SOSIALISASI DAN CEK FRAMBUSIA DI SDN 2 SONOHARJO

 

Taman Tembangdan Sastra – Wonogiri – UPTD Puskesmas 1 Wonogiri mengadakan sosialisasi dan cek kesehatan khususnya penyakit frambusia yang dilaksanakan di SDN 2 Sonoharjo, Wonogiri pada Rabu (29/3). Tim yang terdiri dari enam personil terdiri Bambang Haryono, AMKL dari bidang Kesehatan Lingkungan sebagai ketua, Absis Nur Hidayat, S.Kep.Ns dari Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), Febriana Halimah Perdana, A.Mk dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Angelia Galuhningtyas, SKM dari bidang Promosi Kesehatan, Risya Shally, S. Farm.Apt dari farmasi/apoteker, dan Erni Tri Susanti, A.Md.AK dari laborat.

Bambang menyatakan bahwa kiat Wonogiri Menuju Eradikasi Frambusia ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah pusat. “Pasca pandemi Covid-19 pemerintah mengadakan program eradikasi terhadap berbagai macam penyakit salah satunya adalah frambusia. Upaya pembasmian ini dilakukan secara berkelanjutan untuk menghilangkan Frambusia atau yang dulu dikenal dengan istilah patheken secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat secara nasional.”

Acara diawali dengan pembukaan dari Bambang selaku ketua rombongan dengan memperkenalkan para personil dari Puskesmas 1 kepada para siswa SDN 2 Sonoharjo. Selanjutnya sosialisasi tentang frambusia dilakukan oleh Angelia yang disampaikan dengan sangat menarik. Bahkan untuk menyapa antara siswa dengan penyuluh menggunakan sebutan bestie.


Mengenal Frambusia

Menurut Angelia, frambusia sering disebut patek/butul merupakan penyakit kulit menular menahun yang kambuhan dan disebabkan oleh bakteri Treponema Perteneu. Tanda dan gejalanya adalah timbul benjolan di kulit yang berkembang menjadi koreng tetapi bukan cedera. Kadang-kadang bisa terjadi demam, sendi ngilu disertai pembesaran kelenjar getah bening pada lipat ketiak, leher, dan lipat paha. Gejala lanjut dapat mengenai telapak tangan, telapak kaki, sendi dan tulang hingga menyebabkan kematian.

Banyak cara yang dilakukan agar tidak tertular penyakit frambusia. Di antaranya adalah membiasakan hidup sehat seperti menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan badan atau anggota badan dengan sabun, selalu ganti pakaian yang kotor dan segera mencucinya. Selain itu kita harus menjaga jarak dengan penderita frambusia karena penularannya terjadi dari getah/cairan luka si penderita.

Apabila terjadi kasus adanya penderita frambusia maka yang harus dilakukan adalah selain penderita itu sendiri dengan segala gejalanya juga orang yang pernah kontak dengan penderita, seperti anggota keluarga, saudara, teman, dan tetangga.

Hasil Cek Frambusia

Sementara itu hasil cek yang dilakukan tim medis dari Puskesmas 1 Wonogiri terhadap siswa SDN 2 Sonoharjo yang terindikasi hasilnya adalah negatif. “Hasilnya bisa dilihat langsung seperti rapid test. Alhamdulillah hasilnya negatif,” ujar Erni  selaku petugas laborat yang melalukan pengecekan.

“Hasil ini semoga merupakan kabar gembira bahwa Wonogiri pada khususnya dan Indonesia pada umumnya terhindar dari penyakit frambusia, dan tentunya juga penyakit-penyakit lainnya,” tandas Bambang diakhir acara. (PAL)

 


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "WONOGIRI MENUJU ERADIKASI FRAMBUSIA 2023 (SOSIALISASI DAN CEK FRAMBUSIA DI SDN 2 SONOHARJO)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel