100 PUISI TENTANG IA
100 PUISI TENTANG IA
Taman Tembang dan Sastra – Budaya – Karya
sastra, khususnya puisi memiliki ruang tersendiri bagi pembacanya. Para
penikmat puisi akan merasa tercukupi nutrisi batinnya jika ia dapat menemu
puisi yang dapat mewakili suasana hati serta pandangan terhadap hal-hal
tertentu, misalnya masalah agama, sosial, politik, peradaban manusia, dan lain
sebagainya. Puisi adalah samudera luas untuk menuangkan segala ide kehidupan
agar dapat berselayar ke semua pihak (pembaca). Tentunya diharapkan memiliki
efek, karena puisi juga berfungsi sebagai kritik sosial yang disuratkan dengan
bahasa indah dan tidak vulgar, dus puisi juga dapat dijadikan cermin
kontemplasi diri.
Puisi hadir mewakili apa yang akan disampaikan
oleh penulisnya (penyair) baik secara tersirat maupun tersurat agar penikmatnya
mengulum dan berkuyup-kuyup sendiri terhadap makna yang ada dalam puisi
tersebut. Artinya setiap puisi bisa dimaknai dengan tidak makna tunggal,
tergantung suasana hati si penikmat, meskipun sebenarnya (mungkin) berbeda
dengan apa yang akan disampaikan oleh penulisnya, terutama pada sudut hal-hal
yang tersirat.
Begitu pun dengan puisi-puisi yang terkumpul
dalam buku bertajuk 100 Puisi tentang IA ini. Dari seratus puisi yang mengusung
tema Ia, Ia yang berkedudukan baik sebagai subjek maupun objek, sebagai kata
ganti untuk pihak ketiga. Bukan berarti menyamaratakan Ia, sebab dalam menyebut
kata ganti Ia, bisa bicara tentang Sang Khaliq serta hamba-benda ciptaan-Nya,
termasuk manusia seperti nabi, ayah, ibu, guru, dan lain sebagainya. Juga
malaikat dan benda-benda di langit serta kondisi pergan-tian waktu/cuaca
seperti panas, siang, malam, dan lain sebagainya. Kesemuanya diracik dalam
bahasa sederhana dan mudah untuk dicerna tetapi diharapkan juga mengan-dung
gizi yang dapat menyehatkan rasa dan batin bagi pembacanya. Dus, puisi yang
sebagian besar bicara tentang religi dan kehidupan ini dapat menghadirkan
ghirah yang mampu memupuk tingkat ketakwaan dan kedewasaan.
Berikut ini salah satu puisi yang berjudul Ibu
termuat dalam buku tersebut.
Ia
penyusu jiwa
Yang lapar pada kasih-Nya
Dengan setulus ikhlas
Dari kedua kakinya meretas
Mengalir sungai firdaus
Mengairi menyantuni setiap tunas
Jangan pantik amarahnya
Karena air pun akan membara
Dari serapah diamnya
Buku ini dapat dipinang dengan pengganti
ongkos cetak Rp 50ribu. Khusus harga promo dapat potongan sebesar 20%. Kontak
person 081393305359. (PAL)

0 Response to "100 PUISI TENTANG IA"
Post a Comment