TRILOGI TEMBANG TANAH PUSAKA
TRILOGI TEMBANG TANAH PUSAKA
Taman Tembang dan Sastra – Budaya – Mock up buku trilogi Tembang Tanah Pusaka telah selesai disusun oleh Kun Prastowo dan Parpal Poerwanto.
Cerita dengan latar belakang keraton selalu menarik. Bukan sekadar nostalgia atas otentisitas kultur masyarakat Jawa, namun nilai-nilai yang tersemayam melingkupi cerita itu selalu menghadirkan warna tersendiri. Apalagi, cerita ini ada gepok senggol-nya dengan seorang tus satria Mataram yang senantiasa mengobarkan jiwa ksatrianya; Pangeran Mangkubumi, pendiri keraton Yogyakarta.
Tidak dapat dipungkiri, bahwa Pangeran Mangkubumi adalah tokoh besar setelah keagungan tokoh Panembahan Senopati maupun Sultan Agung Hanyakrakusuma. Penerus trah Mataram ini berjuang menentang hegemoni Kompeni yang nyata-nyata menguasai tata kehidupan jaman kraton Kartasura berkuasa.
Nilai-nilai ‘jiwa satria’ memayu hayuning bawana diantaranya; nyawiji (konsen pada tujuan), greget (semangat juang/fighting spirit), sengguh (rendah hati) dan ora mingkuh (bertanggung jawab) yang dalam istilah kekinian adalah mencerminkan sikap profesional seorang pejuang Mataram sejati; sepak terjang satria Mataram dalam mempertahankan ‘tanah pusaka’ warisan trah Mataram dari jamahan Kompeni itu sangat layak diteladani.
Trilogi Tembang Tanah Pusaka (Ringin Pamrih, Bedah Kartasura dan Ambar Ketawang) merupakan rangkaian cerita fiksi berlatar belakang masa pemerintahan Kartasura lalu Surakarta hingga berdirinya kraton Yogyakarta.
Kami pun menyadari banyaknya kekurangan atas tulisan ini. Buku ini bukan buku sejarah, hanyalah karangan fiksi yang banyak mengedepankan imajinasi sehingga sangat lumrah manakala banyak intepretasi pribadi sesuai kebutuhan dalam mendukung alur cerita. Semakin banyak versi cerita, tentu akan semakin banyak opsi untuk menampilkan keragaman.
Tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terselesainya penulisan mock up buku ini dengan harapan semoga segera dapat terbit dan menyapa pembacanya. (Kun)
0 Response to "TRILOGI TEMBANG TANAH PUSAKA"
Post a Comment