-->

PENGGURIT SARDONO SYARIF JUARA DI AJANG 200 GURU MENULIS GEGURITAN

 


PENGGURIT SARDONO SYARIF JUARA DI AJANG 200 GURU MENULIS GEGURITAN

Taman Tembang dan SastraBudaya – Penggurit kawakan dari Pekalongan, Sardono Syarif, meraih yang terbaik dalam ajang 200 Guru Menulis Geguritan yang diselenggarakan oleh Penerbit TriKen Publisher bekerjasama dengan Komunitas Sastra Giri Kawedhar (KSGK). Untuk selanjutnya, hasil kurasi dari Dewan Juri terkumpul 83 geguritan akan dibukukan menjadi antologi bertajuk Guru Tuwa ing Sajeroning Jaman Komputer, sesuai dengan judul gurit pemenang dalam ajang ini.

Menurut ketua KSGK, Parpal Poewanto, ajang ini merupakan kepedulian terhadap semakin terkikis dan tertinggalkannya kecintaan terhadap budaya sendiri, khususnya seni geguritan. “Merupakan suatu pelipur lara meski belum dapat dikatakan sebagai kebanggaan bahwasannya masih ada yang peduli dan tresna terhadap budaya Jawa khususnya seni geguritan. Setidaknya melalui ajang ini memberi titik atau penanda bahwa karya sastra Jawa masih bisa eksis di tengah gelombang globalisasi dan gititalisasi. Bahwa ketika anak-anak zaman sebagian besar “tanpa sadar telah melupakan” dan bahkan “bergegas-beranjak meninggalkan” seni budaya sendiri, dus mereka selanjutnya malah “gandrung kayungyun” terhadap budaya asing yang dianggapnya lebih wah dan kekinian, para dwija tergerak hatinya untuk menyala sumbu supaya dapat berpijar dan kelak menjadi penerang, penuntun jalan bagi para yang sudi membuka mata, bahwa budaya kita itu tidak kalah hebat dari budaya manca. Bisa berdiri tegak bersanding dengan budaya asing!”

Lebih lanjut Parpal menyatakan bahwa sebagian besar geguritan dalam ajang ini mungkin saja belum merupakan produk yang layak disebut sebagai karya sastra, apalagi disebut karya sastra hebat seperti yang dihasilkan para penggurit yang telah malang melintang di dunia kepengguritan. “Maaf, bukan berarti mengesampingkan para penggurit senior yang telah lama berkecimpung di dunia kepenulisan yang ikut dalam ajang ini: tentu ini pengecualian. Namun, setidaknya ini merupakan suatu perwujudan bahwa sejatinya kepedulian dan upaya itu ada. Bahwa action itu lebih penting dari segudang teori. Bahwa melangkah meski pelan dan jarang itu lebih maju daripada niat yang belum terwujud.”

Sementara itu, pimpinan Triken Publisher, Haryanti menyatakan bahwa hasil lomba ini akan dibukukan. “Hasil kurasi dari ajang Lomba 200 Menulis Geguritan yang diselenggarakan oleh Penerbit TriKen Publisher dan Komunitas Sastra Giri Kawedhar (KSGK) ini terkumpul 83 geguritan yang dianggap “layak” untuk dikumpulkan menjadi sebuah antologi. Rencananya akan bertajuk Guru Tuwa ing Sajeroning Jaman Komputer, sesuai dengan judul gurit pemenang dalam ajang ini.”

Sedangkan dewan juri yang terdiri dari Budi Wahyono (Semarang), Arih Numboro (Solo), dan Eko Wahyudi (Kebumen) menetapkan geguritan terbaik 1, 2, dan 3 yaitu: Guru Tuwa ing Sajeroning Jaman Komputer (Sardono Syarif – Pekalongan), Kinunjara ing Mardika (Ki Anom Sawukir – Semarang), dan Dwija ing Lorong-Lorong Sepi (Siti Muthiatun – Jogjakarta). Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. (PAL).

 


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "PENGGURIT SARDONO SYARIF JUARA DI AJANG 200 GURU MENULIS GEGURITAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel