-->

PUCUK-PUCUK BESTARI PUISI PARPAL POERWANTO RAIH YANG TERBAIK DALAM AJANG SELEKSI CIPTA PUISI TINGKAT NASIONAL

 

PUCUK-PUCUK BESTARI PUISI PARPAL POERWANTO RAIH YANG TERBAIK DALAM AJANG SELEKSI CIPTA PUISI TINGKAT NASIONAL

Taman Tembang dan SastraBudaya – Di tengah-tengah kesibukannya mengajar di masa pandemi ini, tidak menyurutkan guru yang satu ini untuk menorehkan prestasi. Dialah Parpal Poerwanto yang sehari-hari mengabdikan diri di SDN Wonomulyo, Wonogiri. Puisinya yang berjudul Pucuk-Pucuk Bestari berhasil meraih prestasi puncak di ajang seleksi cipta puisi tingkat nasional yang diselenggarakan SIP Publishing.

Menurut salah satu kurator, Agustav Triono, beragam gaya dan daya ungkap yang ditulis oleh para dwija dalam 1000 Guru Menulis Puisi ini. Mereka ada yang sudah berpengalaman dalam menulis puisi, ada juga yang baru menulis puisi. Lebih lanjut Agustav menandaskan, “Kalau yang sudah biasa menulis puisi, bisa dibaca dari pemilihan diksi, metafora dan unsur lainnya termasuk keutuhan dalam menulis puisi tersebut. Sedangkan yang baru dalam menulis puisi hendaklah terus untuk belajar dan sering membaca. Membaca di sini tidak hanya membaca puisi-puisi karya penyair tapi juga membaca alam sekitar, membaca kehidupan, dan membaca kahanan. Sebab dari "membaca" tersebut selain akan memperkaya wacana dan batin kita, juga bisa dijadikan ide dalam menulis karya-karya puisi selanjutnya”.

Sementara itu, para kurator yang terdiri dari Abah Yoyok (budayawan - @yoyokabah), Nana Sastrawan (penulis - @nanasastrawan), Ryan Rachman (penyair/jurnalis - @ryanrachman_rahayu), dan Agustav Triono (penyair - @agustavtriono) memilih dan menetapkan 1000 dari seluruh puisi yang masuk ke panitia. Sedangkan dari 1000 tersebut dipilih sebelas puisi terbaik. Ke sebelas puisi tersebut adalah: Pucuk-Pucuk Bestari (Parpal Poerwanto) terbaik 1, Lonceng Bisu (Eddy Setiawan) terbaik 2, Sajak-Sajak Rindu Berhamburan di Ruang Kelas (Riswo Mulyadi) terbaik 3, Anak Nelayan (Bintu Assyatthic) terbaik 4, Pada Sebuah Puisi (Fitri Wijaya) terbaik 5, Sepagi Ini Anak-Anak Tak Lagi Mengikat Sepatu (Tiara Adelina) terbaik 6, Petuah Untukmu (Musyrifah) terbaik 7, Pesan dari Ilalang Sunyi (Istianingsih Ujilestari) terbaik 8, Elegi Anak Remaja (Firman Wally) terbaik 9, Kisah tentang Guru Pandemi (Umi Hartati) terbaik 10, dan Berguru pada Kehidupan (Refdinal Muzan) terbaik 11.

Menurut panitia, Mahita Febiandhika, untuk terbaik 1 mendapatkan bingkisan, kaos, dan sertifikat sebagai puisi terbaik. Untuk terbaik 2 hingga 11 mendapatkan kaos dan sertifikat sebagai 11 puisi terbaik. Selain itu, bagi 1000 karya terpilih selain mendapatkan voucher dari panitia, karya mereka akan dibukukan menjadi satu buku kumpulan bersama dengan judul mengambil puisi terbaik, Pucuk-Pucuk Bestari karya Parpal Poerwanto. (PAL)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "PUCUK-PUCUK BESTARI PUISI PARPAL POERWANTO RAIH YANG TERBAIK DALAM AJANG SELEKSI CIPTA PUISI TINGKAT NASIONAL"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel