Watusomo_Cerita Rakyat Wonogiri_Kun Prastowo
Sunday, 13 December 2020
Add Comment
Watusomo_Cerita Rakyat Wonogiri_Kun Prastowo
Taman Tembang dan Sastra – Wonogiri – Banyaknya bahan cerita rakyat di Kabupaten Wonogiri menarik minat seorang penulis yang tinggal di Slogohimo Wonogiri, bernama Kun Prastowo.
Mantan aktivis pers mahasiswa Pabelan UMS itu menggeluti penulisan cerita rakyat sejak 2017 lalu, dan memulai ndhudhah cerita rakyat dari Kecamatan Slogohimo.
"Tahun 2017 bersamaan dengan gelaran Festival Jati Donoloyo, bersama Parpal Poerwanto, saya mulai menulis icon cerita rakyat Kecamatan Slogohimo yaitu cerita legenda Alas Danalaya dengan judul Cempurung. Buku itu menceritakan perjalanan Ki Ageng Danalaya dalam upaya menanam pohon jati hingga menjadi Alas Danalaya. Cerita bertutur yang ada di Kecamatan Slogohimo itu saya dokumentasikan menjadi buku. Berikutnya menjadi kecanduan nulis," ujar Kun Prastowo.
Setelah berkutat hampir tiga tahun, kini diluncurkan buku berjudul Watusomo, terdiri dari cerita rakyat Desa Sokoboyo, Pandan, Alas Danalaya, dan Watusomo.
Keberadaan cerita rakyat di antara hamparan karya sastra hanyalah serpihan kecil yang sering kali tidak masuk hitungan, terpinggirkan bahkan tidak banyak mendapatkan respon dari khalayak pembaca. Misal pun mendapat apresiasi, paling-paling hanya dari lingkungan di mana cerita rakyat itu berada.
Padahal, kalau boleh jujur: dari cerita rakyatlah dapat digali muatan kearifan lokal yang berserakan di antara tata kehidupan masyarakat Indonesia. Dari sanalah akar budaya dan nilai-nilai kemanusiaan terpancarkan dengan sangat kencang.
Sejatinya, akar budaya dan nilai-nilai kemanusiaan itulah yang harus terus digali demi menguatkan keindonesiaan. Kadang menjadi ironi, di satu sisi demikian kuat ketakutan dan kekhawatiran akan gempuran dan pengaruh budaya luar yang dapat menggerus dan menegasikan budaya nasional, tetapi di sisi lainnya muatan lokal sebagai pondasi tata nilai justru tidak dikedepankan, jarang ditampilkan, bahkan dilupakan.
Sangat kecil dan sangat jarang ada kepedulian dari para pihak untuk menggali dan menemukenali kembali kekayaan khasanah budaya nusantara lalu dilambungkan menjadi ‘kekuatan baru’ guna menjadi filter bagi gencar-nya gempuran budaya asing itu.
Demikian halnya khalayak umum pun harus turut bahu membahu turut mempertahankan dan melestarikan kearifan lokal itu tetap menjadi kekuatan dan karakter tentang keindonesiaan.
Kembali pada pemahaman awal, akar budaya dan nilai-nilai kemanusiaan perlu ditanamkan pada generasi berikutnya agar tidak kepaten obor dan tergagap di antara gelombang perubahan dunia yang semakin cepat dan semakin susah dihadang.
Perlu pemahaman bersama, gerakan bersama dan kesadaran bersama untuk dapat membangkitkan lagi kekuatan tentang keindonesiaan itu.
Di sisi yang lain, kesepahaman bahwa masih minim-nya tradisi literasi di Indonesia, maka perlu mendorong penulis-penulis lainnya untuk turut terlibat dan mewarnai semangat membaca dan menulis tersebut.
Buku kecil ini diharapkan menjadi pemicu awal bagi penulis lainnya bergandengan tangan mewujudkan program pemerintah di bidang literasi.
Buku ini dapat dipesan melalui WA 0821-8879-7901 dengan pengganti cetak sebesar Rp50k (belum termasuk ongkir). (Parpal Poerwanto)

0 Response to "Watusomo_Cerita Rakyat Wonogiri_Kun Prastowo"
Post a Comment