Puisi - KAHYANGAN
Monday, 17 December 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - KAHYANGAN |
KAHYANGAN
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – PUISI – Sahabat Taman Tembang dan Sastra, berjumpa kembali dengan Taman Puisi. Berikut ini adalah puisi-puisi tentang Kahyangan, Dlepih, Tirtomoyo, Wonogiri.SELO BETHEK
Parpal Poerwanto
Batu itu
Menyambut diam
Pada langkah
Yang terbalut dalam
Selisir angin berhenti pada titik nisbi
Sepanjang sisi sungai bertakik-takik
Oleh arus air mengabad
Mengabarkan aroma wangi kemenyan
Ketika Danang Sutawijaya memuja cinta
Yang lahir dari balik dlepih
Hingga timbulkan kecemburuan Retno Dumilah
Pojok Puisi
Kahyangan, 161218
SELO PENANGKEP
Parpal Poerwanto
Batu kembar itu masih setia sabar
Menyambut setiap yang datang
Dengan segenap tujuan dan angan-angan
Ada lempang banyak yang nyasar
Seperti pintu terbuka
Takkan pernah menolak spada
Berjuta kepala menunduk di bawahnya
Sejak berabad abad silam
Pojok Puisi
Kahyangan, 161218
SELO PAYUNG
Parpal Poerwanto
Di sini tak tertulis dalam sejarah
Tetapi terpahat dalam gurat-gurat batu
Dan terpatri pada dinding-dinding hati
Sentuhan tangan-Nya memayungi
Yang tak terasa dalam raba jasati
Di sini tak teruji dalam bendawi
Tetapi terukur dalam laku tafakur
Dan terlafas dalam aliran darah
Dari Sang Maha Hidup
Dalam helaan napas ruhani
Pojok Puisi
Kahyangan, 161218
KAHYANGAN
Parpal Poerwanto
Sendu membeku
Dalam altar bisu
Selisik angin pun gagu
Diam
Membatu
Dan nyai dlepih sembuyi
Malu pada wajah wajah zaman
Yang datang tanpa rasa
Sekadar menebar riang
Tanpa makna
Tanpa jiwa
Pojok Puisi
Kahyangan, 161218

0 Response to "Puisi - KAHYANGAN"
Post a Comment