-->

Budaya - SRANDUL SENI KRITIK SOSIAL

Budaya - SRANDUL SENI KRITIK SOSIAL
Budaya - SRANDUL SENI KRITIK SOSIAL

SRANDUL SENI KRITIK SOSIAL


TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – BUDAYA – Di Desa Gebangharjo Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kesenian Srandul pernah menjadi tontonan favorit bagi masyarakat setempat. Namun, seiring waktu kesenian ini mulai ditinggalkan. Hanya beberapa komunitas saja yang sampai sekarang masih melestarikan keseian ini.

Menurut pemerhati budaya putra daerah setempat, Teguh (49), kesenian Srandul termasuk jenis drama tari yang bernapaskan Islam. Dialog di atas pentas juga merupakan dialog dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan aktivitasnya diwujudkan dengan tarian. Alat-alat musik yang dipergunakan adalah angklung, terbang, dan kendang. Untuk penerangannya menggunakan obor.

Pada awalnya, kesenian Srandul ini hanya mementaskan ceritera rakyat dengan tokoh Dadung Awuk saja, sehingga hampir sama dengan kesenian Dadung Awuk. Namun, di Desa Gebangharjo kesenian Srandul telah berkembang. Di sini, Srandul merupakan media kritik sosial atas ketimpangan kehidupan di masyarakat seperti pertanian, kesejahteraan, kebersamaan, kemakmuran, dan kebijakan pasar atau ekonomi serta upaya dakwah untuk perbaikan pendidikan agama, moral, etika, dan estetika.

Dalam pertunjukan Srandul dibutuhkan pendukung sebanyak 15 orang, yaitu 6 orang untuk menjadi pemusik dan 9 orang menjadi pemain. Pemain Srandul ini ada yang terdiri dari pria dan wanita, tetapi ada pula yang hanya terdiri dari pria saja, dengan peran wanita dimainkan oleh pria. Kostum yang dipakai dalam pertunjukan Srandul adalah pakaian-pakaian yang biasa dikenakan orang-orang pedesaan sehari-hari, ditambah dengan sedikit make up yang bersifat realis.

Pertunjukan Srandul dipentaskan pada malam hari, dengan lama pertunjukan yang tidak tentu, tergantung pada permintaan. Sebagai pra-tontonan hanya diberikan tetabuhan. Srandul menggunakan tempat pementasan berbentuk arena dengan alat penerangan yang sampai sekarang tetap dipertahankan, yaitu obor
.
Menurut sejarahnya, Srandul atau Srandil terbentuk di Wonogiri pada 1920an. Kemudian, kesenian ini menyebar ke beberapa daerah di sekitarnya antara lain Ponorogo, Klaten, Karanganyar,Gunung Kidul, Sleman, Bantul, Temanggung, dan lain-lain.(Parpal Poerwanto)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - SRANDUL SENI KRITIK SOSIAL"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel