-->

Budaya - GUMBREGAN

Budaya - GUMBREGAN
Budaya - GUMBREGAN

GUMBREGAN


TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – BUDAYA – Tradisi gumbregan masih dipegang teguh oleh para warga di Dusun Sumber Desa Pare Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pelaksanaannya kira-kia setiap tujuh bulan sekali pas Wuku Gumbreg, hari Kamis-Legi, maka dinamakan Gumbregan. Sedangkan kali ini, acara diselenggarakan pada Kamis-Legi, 22 November 2018. Kaum laki-laki wajib hadir, baik anak-anak maupun dewasa.

Isi sajen yang di kandang sapi berupa nasi, kupat nasi dan ada juga kupat ketan. Ditaruh di kandang sapi, kuda, kerbau, dan hewan lainnya yang dimiliki.  Sementara ada sebagian yang ditaruh di lantai kemudian didoakan bersama.

Sesepuh kampung memimpin doa. Tujuannya adalah sebagai ucapan terima kasih kepada Allah atas rezeki berupa raja kaya (hewan ternak) agar bisa berkembang biak serta barokah lewat Nabi Sulaeman atas izin Allah.

Tiap kepala keluarga (KK) dalam satu kampung membawa tujuh pasang kupat. Berarti ada 14 kupat per satu KK. Hal ini dimaksudkan agar semua yang hadir dapat ikut menikmati rezeki dari Allah tersebut sehingga dapat menambahkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Angka tujuh itu dalam bahasa Jawa adalah PITU. Menurut tokoh masyarakat Jawa yang tinggal di Bandung Jawa Barat, Mardi, angkat PITU itu dapat diartikan: PITUng dina jangkahe (tujuh hari langkahnya), PITUlas cacahe dadi wajibe sapa (tujuhbelas jumlahnya (yang) menjadi kewajiban seseorang, PITUlas wancine ana kedadeyan apa? (tujuhbelas jumlahnya ada peristiwa apa?, PITUlikur titine kanggo ngapa lan tumrap sapa (dua puluh tujuh saatnya digunakan untuk apa dan kepada siapa. Untuk itu segeralah dibuka. Sebab, di sini tujuannya adalah angka penuh (prima). PITUtur, PITUduh, dan PITUlung.

Semenetara itu menurut salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sriyatno, pada waktu gumbregan inilah saat yang tepat untuk membeli, memindah hewan piaraan atau mencari bibit. “Hal ini diyakini secara turun-temurun yang tidak ada seorang pun menyanggahnya. Mungkin ini salah satu bentuk menghormati ajaran leluhur  yang konon mereka itu memiliki ilmu titen.” (Parpal Poerwanto)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - GUMBREGAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel