-->

Wonogiri - BENGAWAN SOLO # 2

Wonogiri - BENGAWAN SOLO # 2
Wonogiri - BENGAWAN SOLO # 2

BENGAWAN SOLO

Bagian 2

Oleh: Parpal Poerwanto

TAMAN TEMBANG DAN SASTRAWONOGIRI – Sahabat taman tembang dan sastra, berikut ini akan disajikan artikel mengenai Sungai Bengawan Solo, yang merupakan sungai legendaris dan terpanjang di Pulau Jawa, sebagai berikut.

Sungai yang memiliki panjang 527 km ini merupakan sungai sangat penting di masanya yaitu ketika jalur darat belum sebanyak dan sebaik zaman sekarang. Pada waktu itu, arus perdagangan antarkota selalu menggunakan jalur Bengawan Solo. Mulai dari Solo (Surakarta), Sragen, Ngawi, Cepu (Blora), Bojonegoro, Lamongan hingga di muara Selat Madura (Gresik). Begitu juga dengan kemanfaatan sungai untuk kehidupan lainnya, seperti irigrasi, penambangan, perikanan, dan lain-lain.

Menurut Harya Reksakusuma (Parpal Poerwanto, 2000), mata air Bengawan Solo berasal dari bagian tenggara Karesidenan Surakarta yaitu di Pegunungan Seribu (Pareden Sewu). Sebenarnya, Bengawan Solo merupakan gabungan dari dua kali kecil yaitu Kali Tenggar dan Kali Muning, tepatnya di  Desa Jeblogan, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri. Dari mata air tersebut mengalir ke arah barat daya menjadi perbatasan antara Kabupaten Pacitan (Jawa Timur) dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah). Sesampainya di daerah Kakap, aliran sungai belok ke arah utara. Selanjutnya Bengawan Solo mendapat pasokan air dari beberapa sungai, yaitu Sungai Jangklot/Temon,  Sungai Alang, Sungai Tirtomoyo, Sungai Wuryantoro, dan Sungai Keduang yang bermata air dari Gunung Lawu. Sungai-sungai tersebut bertemu di daerah Wonogiri bagian selatan dan barat daya.

Selepas Kota Wonogiri, Bengawan Solo mengalir ke arah barat laut dan mendapat pasokan air dari beberapa sungai kecil seperti Walikan, Jlantah, dan Samin yang bermata air dari lereng Gunung Lawu. Juga mendapat pasokan air lagi dari Sungai Dengkeng yang bersatu dengan Sungai Gawe, serta Sungai Brambang yang bermata air dari Gunung Merapi. Dari sini, aliran sungai belok ke arah timur laut menuju kota Surakarta. Selepas Kota Surakarta aliran sungai bertemu dengan Sungai Cemara yang bermata air dari Gunung Merbabu. Aliran sungai masih mengarah timur laut.

Selanjutnya, Bengawan Solo mendapat pasokan air lagi dari Sungai Grompol dan Sungai Mungkung yang menyatu dengan Sungai Sragen, yang bermata air dari Gunung Lawu. Sesampainya di Desa Sukowati tepatnya di sebalah utara Sragen, Jawa Tengah, Bengawan Solo belok ke arah timur. Sesampainya di perbatasan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dan Sragen, Jawa Tengah, mendapat pasokan air lagi dari Sungai Sawur yang bermata air dari Gunung Lawu. Setelah memasuki Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, aliran sungai Bengawan Solo menuju arah timur. (Bersambung ke bagian 3).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Wonogiri - BENGAWAN SOLO # 2"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel