-->

Puisi - CATATAN ANAK BANGSA (1998-2004)

Puisi - CATATAN ANAK BANGSA (1998-2004)
Puisi - CATATAN ANAK BANGSA (1998-2004)
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – PUISI – Sahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN PUISI. Edisi kali ini disajikan  sebuah puisi berjudul CATATAN ANAK BANGSA (1998-2004) karya Tyas Lilia Wardani

Selengkapnya adalah sebagai berikut.

CATATAN ANAK BANGSA (1998-2004)
Tyas Lilia Wardani

Mei, 1998
Kucatat istilah Reformasi, apa itu reformasi ku tak mengerti
Lewat tayangan televisi, demo, bentrok, pembakaran di sana-sini
Korban jatuh mahasiswa tri sakti
Saksi abadi

November, Semanggi bersimbah darah
Beda pendapat rakyat pemerintah
Bentrok mahasiswa, aparat, tubuh rebah
Pelor tembusa dada teruna, lumuran darah

Tahun 1999
Kucacat lagi istilah Pemilu
Sungguh kutak tahu arti pemilu
Dua belas tahun usiaku
Kutanya ibu bapakku
Pilih wakil rakyat dan pemimpin baru

Tahun 2000
INDONESIA BARU, DPR, MPR, Pemimpin Baru
GUS DUR MEGAWATI Presiden bersatu
Tempat rakyat berharap bertumpu, terbersit ragu
Benarkah mereka mampu?

Tahun 2001
Gus Dur tersungkur Megawati maju
Hamzah Haz siap tuk membantu
Demi Indonesia Baru
Krisis multi dimensi lepas tentu

Tahun 2002
BBM tarif listrik kini naiklah
Membuat rakyat kecil resah gelisah
Poso, Ambon, Aceh, Papua berulah
Bom Bali membuat berbagai bangsa marah
Kita hanya pasrah menyerah

Tahun 2003
Aneka pristiwa disintegrasi bangsa
Kejahatan merajalela
Ratusan aparat kehilangan nyawa
Ulah GAM si pendurhaka
Berbagai tragedi menimpa
Kekeringan, kebakaran, tanah longsor dan banjir bandang
Berbagai kecelakaan darat, laut dan udara
Puncak peristiwa pantura timur jawa, situbondo tepatnya
Tabrakan maut renggut puluhan jiwa
Remaja harapan bangsa
Siswa SMK YAPEMDA serta Guru Pembina

Tahun 2004
Maret…kampanye partai ramai tarik simpati rakyat
Lima April, Pemilu legislatif terlaksana
Lima juli, lima pasang Capres-Cawapres harapkan suara rakyat
September 20, duet Mega-Hasyim, SBY-Jusuf Kalla finalnya
Tunggu pilihan rakyat, siapa Presiden hebat
Mampu tingkatkan kesejahteraan rakyat

Lagi-lagi masyarakat berjingkat
Kasus Buyat mencuat
Kedutaan Australia disatroni bom dasyat
Munir, Jendral L.B.Murdani, Jendral M.Yusuf pun wafat
Tsunai meluap Acehpun sekarat

Oh….Tuhan Yang Maha Kuasa
Spanjang waktu kuberdoa
Ampunkanlah dosa Bangsa dan Negara
Smoga kelabu berubah jingga

Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Tunggu unggahan-unggahan kami berikunya. Sampai jumpa, salam sastra: rekat santun ukhuwah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Puisi - CATATAN ANAK BANGSA (1998-2004)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel