Budaya - CINTA TANPA SYARAT
Monday, 11 June 2018
Add Comment
![]() |
| Budaya - CINTA TANPA SYARAT |
Oleh: Parpal Poerwanto
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – BUDAYA – Kemarin sore, tatkala Mas Guru Bonang pulang kuliah, melihat di meja ada sebuah kiriman bersampul plastik transparan. Melihat sekilas, Mas Guru Bonang sudah hafal dari siapa kiriman itu, terutama perihal tanda tangannya.
Lima bendel copy-an berisi tiga buah esai, satu bendel kumpulan puisi, dan satu lagi merupakan curiculum vitae. Ya, Mas Guru Bonang kembali mengenang masa silam, disaat-saat Pak Dosen dan dirinya sebagai mahasiswa waktu itu sering BMM (bayar masing-masing). Di saat selesai kuliah jika masih ada waktu cukup untuk ngobrol pasti dimanfaatkan. Tempatnya pun warung seadanya.
Malam harinya, ketika Mas Guru Bonang kirim SMS mengucapkan rasa terima kasihnya, dijawab dengan rasa penuh sayang dan kangen,.... Injih mas..., mugi munfangati, lagi tarwih ya? Saya sudah di rumah. Habis lebaran ketemu ya, siang atau sore, bisa kulineran bersama sambil omong2 tentang sastra, seni, budaya, agama, politik, filsafat, dll.
Beliau adalah Suksmawan Yant Mujiyanto, seorang sastrawan yang dijuluki Sastrawan Segala Cuaca oleh para mahasiswanya. Sebagai apresiasi berikut adalah salah satu puisi beliau yang dikirimkan kepada Mas Guru Bonang.
Uncondional Lova
(Cinta Tanpa Syarat)
Hanya untuk-Mu duh Gusti
Aku punya cinta
Tanpa syarat, tanpa batas
Tak lapuk oleh hujan, tak lekang oleh panas
Mengaliri seluruh tubuh, sepenuh hati
Mendalam merasuk suksma
Menembus hakikat sampai tuntas
Inilah cinta yang kupersembahkan
Semata untuk-Mu Tuhanku, di sepanjang perjalanan
Jangan pernah kering dan tandus
Tetaplah bening, tulus dan kudus
Cinta tanpa syarat tanpa batas
Menerjemahkan iman dan takwa
Tetaplah semarak mekar bagai kelopak-kelopak mawar
Indah gemerlapan bintang-bintang bersinar
Merias langit malam tak pernah pudar
Menjelma akhlak mulia dari niat ikhlas
Amal salih di tengah alam semesta
Hanya untuk-Mu ya Rabbi
Cinta tanpa syarat tanpa batas ini
Jadilah cahaya-cahaya yang membimbing hati nurani
Setia meniti jalan-Mu sampai akhir nanti
Surakarta, 20 April 2015

0 Response to "Budaya - CINTA TANPA SYARAT"
Post a Comment