-->

Puisi - PENGANTIN SUNAT

Puisi - PENGANTIN SUNAT
Puisi - PENGANTIN SUNAT
TAMAN TEMBANG DAN SASTRAPUISISahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN PUISI. Edisi kali ini disajikan  sebuah puisi berjudul  PENGANTIN SUNAT karya Didit Setyo Nugroho.

Selengkapnya adalah sebagai berikut.

PENGANTIN SUNAT

Didit Setyo Nugroho

Setelah berkostum seperti dalang
Diraihnya sepotong kayu dan sehelai kipas bambu
Kaki-kaki kurus penuh lumpur kering itu
Menendang-nendang daun pintu
Tangan-tangannya menarungkan kipas-kipas kuning
‘Jadilah Dasamuka. Jadilah Hanoman’
Seperti penyihir
Kipas-kipas itupun secara ajaib menjadi
Yang di-inginkan Bapaknya Ndoblin
‘Jadiah Semar. Jadilah Bagong’ teriaknya lagi
Ketika ia butuh kelucuan
Dan kami bersorak melihat kejujuran kepalsuan

Kami bersorak melihat kegilaan
Sampai malam kegilangan gelapnya
Kami sudah terbiasa dijejali
Kebohongan-kebohongan’ gumamku lirih

(Dimuat di Solopos tahun 2001)

Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Tunggu unggahan-unggahan kami berikunya. Sampai jumpa, salam sastra: rekat santun ukhuwah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Puisi - PENGANTIN SUNAT"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel