Puisi - PENGANTIN SUNAT
Wednesday, 16 May 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - PENGANTIN SUNAT |
Selengkapnya adalah sebagai berikut.
PENGANTIN SUNAT
Didit Setyo NugrohoSetelah berkostum seperti dalang
Diraihnya sepotong kayu dan sehelai kipas bambu
Kaki-kaki kurus penuh lumpur kering itu
Menendang-nendang daun pintu
Tangan-tangannya menarungkan kipas-kipas kuning
‘Jadilah Dasamuka. Jadilah Hanoman’
Seperti penyihir
Kipas-kipas itupun secara ajaib menjadi
Yang di-inginkan Bapaknya Ndoblin
‘Jadiah Semar. Jadilah Bagong’ teriaknya lagi
Ketika ia butuh kelucuan
Dan kami bersorak melihat kejujuran kepalsuan
Kami bersorak melihat kegilaan
Sampai malam kegilangan gelapnya
Kami sudah terbiasa dijejali
Kebohongan-kebohongan’ gumamku lirih
(Dimuat di Solopos tahun 2001)
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Tunggu unggahan-unggahan kami berikunya. Sampai jumpa, salam sastra: rekat santun ukhuwah.

0 Response to "Puisi - PENGANTIN SUNAT"
Post a Comment