Puisi - DONGENG BADRANAYA
Saturday, 19 May 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - DONGENG BADRANAYA |
Selengkapnya adalah sebagai berikut.
DONGENG BADRANAYA
Didit Setyo Nugroho
Ketika sosok hermaprodit lahir dari rahim bumi
Maka jadi jelas pembeda antara: kedewataan, kesahajaan dan keangkaramurkaan’ ucapku
Memberi cerita pengantar tidur untuk anakku
‘Semar sebagai sosok manifestasi kerakyatan, saat ketertindasan yang mendesak tiba-tiba ia bisa
Lebih dewa dari siapapun. Lebih eksekutif bahkan lebih eksklusif dari sosok manapun’
Lanjutku antusias
Kulihat mata bocahku masih bening
‘Semar adalah idiom, pesan moral, kekuatan kenangan yang tak rentan zaman.
Ia lebih arif dari pendeta manapun. Lebih menjelata. Antusiasnya pada nilai sosial
Karangkedempel sebagai miniatur kekuasaan yang menolak feodalisme’
Aku terhenti
Anakku tertidur
Di tangannya tergenggam erat tokoh Pokemon
(Dimuat di Solopos 2001)
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Tunggu unggahan-unggahan kami berikunya. Sampai jumpa, salam sastra: rekat santun ukhuwah.

0 Response to "Puisi - DONGENG BADRANAYA"
Post a Comment