-->

Puisi - DONGENG BADRANAYA

Puisi - DONGENG BADRANAYA
Puisi - DONGENG BADRANAYA
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – PUISI – Sahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN PUISI. Edisi kali ini disajikan  sebuah puisi berjudul  DONGENG BADRANAYA  karya Didit Setyo Nugroho.

Selengkapnya adalah sebagai berikut.

DONGENG BADRANAYA
Didit Setyo Nugroho

Ketika sosok hermaprodit lahir dari rahim bumi
Maka jadi jelas pembeda antara: kedewataan, kesahajaan dan keangkaramurkaan’ ucapku
Memberi cerita pengantar tidur untuk anakku
‘Semar sebagai sosok manifestasi kerakyatan, saat ketertindasan yang mendesak tiba-tiba ia bisa
Lebih dewa dari siapapun. Lebih eksekutif bahkan lebih eksklusif dari sosok manapun’
Lanjutku antusias
Kulihat mata bocahku masih bening
‘Semar adalah idiom, pesan moral, kekuatan kenangan yang tak rentan zaman.
Ia lebih arif dari pendeta manapun. Lebih menjelata. Antusiasnya pada nilai sosial
Karangkedempel sebagai miniatur kekuasaan yang menolak feodalisme’

Aku terhenti
Anakku tertidur
Di tangannya tergenggam erat tokoh Pokemon

(Dimuat di Solopos 2001)

Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Tunggu unggahan-unggahan kami berikunya. Sampai jumpa, salam sastra: rekat santun ukhuwah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Puisi - DONGENG BADRANAYA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel