Budaya - SEMOGA SEBATAS MIMPI
Thursday, 10 May 2018
Add Comment
![]() |
| Budaya - SEMOGA SEBATAS MIMPI |
SEMOGA SEBATAS MIMPI
Oleh: Parpal PoerwantoTAMAN TEMBANG DAN SASTRA – BUDAYA – Mimpi bagi masyarakat Jawa tidak hanya sekadar bunga tidur. Mimpi bisa merupakan perlambang atau firasat sesuatu yang akan terjadi. Tentunya bagi mimpi yang termasuk jenis puspa tajem, yang terjadi saat-saat menjelang subuh. Apakah mimpi Mas Guru Bonang malam itu juga termasuk jenis mimpi puspa tajem? Entahlah!
Di suatu tempat, ada dua orang yang saling meluapkan kegembiraannya.
“Aku puas dengan udang-undang itu,” kata salah seorang yang lebih gendut mengawali pembicaraannya.
“Aku juga sangat senang. Berarti lima tahun ke depan kita bisa mencalonkan diri sebagai bupati.”
“Betul. Aku juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Toh uang hasil korupsiku tidak semua diketahui oleh penegak hukum. Aku masih banyak punya simpanan. Nah, ketika tiba saatnya nanti, uang itu bisa kugunakan untuk mencalonkan diri sebagai bupati.”
“Aku tidak mau ketinggalan. Uang hasilku merampok masih berlimpah ruah. Masyarakat pasti tidak tahu siapa diriku. Sebab orang-orang yang kubunuh dan kuperkosa saat merampok itu bukan wilayah kabupaten tempat aku mencalonkan diri sebagai bupati nanti. Aku akan mencalonkan diri di tanah kelahiranku. Aku akan datang sebagai pahlawan pembela rakyat. Akan kubentuk tim propaganda yang hebat. Sehebat mungkin! Bahkan siapa diriku harus ditulis dengan lembaran-lembaran baru yang jauh dari sisi hitam. Tidak ada satu kata pun tertulis di situ bahwa diriku ini bekas napi karena merampok, membunuh, dan memperkosa!”
“Wah, itu memang gampang. Bagaimanapun uanglah yang bicara. Dengan uang urusan pasti gampang. Yang banyak uang pasti menang!” kemudian disusul suara gelak tawa.
“Aku juga akan memulihkan nama baik. Bahwa aku dijebloskan ke hotel prodeo karena kesalahan sistem. Aku akan membuat tim “pemutihan diri” bahwa aku hanya korban, bukan pelaku korupsi.”
“Bagaimana dengan uang-uangmu yang akan kamu gunakan untuk mencalonkan diri menjadi bupati nanti?”
“Itu sangat gampang. Toh semua uang korupsi yang pernah terlacak hingga aku masuk penjara sudah dikembalikan ke negara sesuai keputusan pengadilan. Jauh sebelum itu aku sudah sering korupsi dan uangnya tentu sudah kucuci bersih dengan deterjen dan mesin cuci super canggih. Jadi tidak perlu kawatirlah, hahaha...!”
Mas Guru Bonang semakin mendekatkan diri untuk cari tahu. Untung saja dua orang mantan napi itu tidak mengetahui keberadaan Mas Guru Bonang. Namun, tiba-tiba ada ranting rapuh yang menimpa kepala Mas Guru Bonang. Mas Guru Bonang mengaduh karena ia terjatuh dari dhipan tempat tidurnya.
“Ah mimpi yang sangat masgul. Apa ini gara-gara ada undang-undang yang memperbolehkan mantan napi selepas lima tahun bisa mencalonkan diri sebagai bupati atau wali kota? Ah semoga hanya sebatas mimpi!”
Wonogiri, 17-06-2015

0 Response to "Budaya - SEMOGA SEBATAS MIMPI"
Post a Comment