-->

Budaya - PERTEMUAN PARA MANTAN

Budaya - PERTEMUAN PARA MANTAN
Budaya - PERTEMUAN PARA MANTAN

PERTEMUAN PARA MANTAN

Oleh: Parpal Poerwanto

TAMAN TEMBANG DAN SASTRABUDAYA – Kemarin lusa, Mas Guru Bonang mendapat WA dari  salah satu mantan. Intinya hari ini (Senin, 7/5) ngajak bertemu. Tempatnya sudah ditentukan, yakni di sebuah rumah makan di pinggiran kota Wonogiri.

Benar, kira-kira pukul 12.50, ketika Mas Guru Bonang datang, sudah berkumpullah tiga mantan. Mantan pertama namanya Mas Juru Demung. Dengannya, Mas Guru Bonang sudah biasa dan lumayan rumaket. Dia pernah menjadi satu almamater, yakni di STAIN Surakarta. Sekarang menjadi guru di daerah Selogiri. Bahkan, belum lama ini Mas Guru Bonang pernah berkunjung ke rumahnya dan dikasih ikan lele dan nila.

Mantan kedua, adalah Nyai Rebab van Cirebon. Dialah yang menghubungi Mas Guru Bonang untuk ketemuan. Priyayine alus, kalem. Selain itu, juga murah hati. Dialah yang mentraktir makan untuk para mantan ini. Bukan itu saja, Mas Guru Bonang dan mantan lainnya diberi bingkisan yang luar biasa nilai dan manfaatnya. Berkenaan dengan itu, bersama ini Mas Guru Bonang mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Nyai Rebab van Cirebon. Khusus mantan ini, Mas Guru Bonang baru sekali bertemu.

Mantan ketiga adalah Nyai Siter Nan Kalem. Dia adalah seorang guru di SLB. Khusus mantan ini, Mas Guru Bonang pernah lima kali bertemu. Pertama, pernah tes duduk dalam satu meja. Pada waktu itu, entah karena susah mengerjakannya atau apa, dia selalu usreg, padahal duduknya di meja paling depan. Sayang, ketika Mas guru Bonang mengkonfirmasi tentang hal itu, Nyai Siter Nan Kalem lupa. Maklum, kejadiannya memang sudah cukup lama, lebih dari 30 tahun yang lalu. Kedua, suatu saat Mas Guru Bonang pernah mewawancarai tentang kendala mengajar/mendidik siswa berkebutuhan khusus pada awal tahun 2000-an. Sayang, lagi-lagi dia lupa. Padahal Mas Guru Bonang sangat ingat akan hal itu. Ketiga, pernah bertemu di halte bus Pokoh sambil menikmati asap kendaraan yang lewat. Pertemuan ke empat di sudut pasar Pokoh beberapa waktu lalu di suatu hari siang nan panas. Jadi, pertemuan ini merupakan kali kelima dengannya. Mudah-mudahan tidak lupa atau dilupakan.
Mantan keempat adalah Mas Kendang van Girimarto. Ia adalah guru yang banyak prestasi. Banyak sekali ayahan yang harus diembannya. Ia biasa tidak pulang dalam dua atau tiga hari. “Yang penting, setiap pulang masih utuh dan waras-wiris,” begitu kelakarnya sambil bercerita tentang kegiatannya yang seperti tak pernah habis-habisnya.

Yup, ketika para mantan berkumpul serasa ada ikatan emosional. Meskipun mereka tinggal secara berpencar dengan latar belakan profesi yang berbeda. Mereka tidak pernah crah atau bermusuhan. Mereka justru seolah-olah merasa lahir dari rahim yang sama. Ya, mereka adalah para mantan siswa Sendang Lanang alias SPG Negeri Wonogiri. Sebuah sekolah lanjutan yang menggodog calon para pendidik yang pernah ada di negeri ini.


Mas Guru Bonang adalah lulusan tertua di antara para mantan itu. Maka keempat mantan itu memanggil Mas Guru Bonang dengan sebutan Pakde (bapak gede) meskipun Mas Guru Bonang tidak gede-gede alias mung cilik, mlenik dan nyukris. Mereka ikut ombyaking program pemerintah tentang literasi. Tidak lama lagi dari para mantan itu akan lahir sebuah buku karya bersama yang bertajuk Tembang Sendang Lanang, Sang Dwija.

Oh ya, hadir pula pada kesempatan itu seorang yang berasal dari luar mantan, yakni Mas Kun van Slogohimo. Dia seorang pegiat literasi. Keberadaannya menambah regenge suasana dalam pertemuan para mantan siang-sore itu.
Mudah-mudahan para manta
n ini selalu akur dan tetap bersatu demi majunya dunia literasi di negeri ini. Salam literasi!

Wonogiri, 070518

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - PERTEMUAN PARA MANTAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel