Puisi - MALAM BANJIR
Thursday, 12 April 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - MALAM BANJIR |
Puisi ini diambil dari antologi puisi Belajarlah Dari. Selengkapnya adalah sebagai berikut.
MALAM BANJIR
Oleh: Parpal Poerwantomalam lunakkan waktu senantiasa lalu
bagi air angin dan pengembaraan ruh
terasing dari mimpi sepi selimuti
malam-malam lepaskan misteri sembilan arah mata angin
memikul jelaga hitam sarat menindih
tangan-tangan terkulai kaki melepuh terbakar waktu
sayap-sayap patah berhempasan
gentuman menggema dalam ruang panjang
ikan-ikan berenang di merah anggur
serbu serpihan ayap berserak seluruh altar
malam banjir tangisan purba,
senyawa kidung-kidung jiwa menjiwa
denting gitar alustik lumerkan jari-jari penuh darah
malam banjir tangisan jiwa-jiwa terbakar gosong
Gambir; 960727
Pos Kita, 2 April 2000
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Buku antologi puisi Belajarlah Dari ini dapat dipesan melalui nomor (WA) 081393305359 dengan harga Rp45.000,- plus ongkir.
Tunggu unggahan-unggahan kami berikunya.
Sampai jumpa, salam sastra: rekat santun ukhuwah.

0 Response to "Puisi - MALAM BANJIR"
Post a Comment