Misteri - DIANTAR MBAK SARMI
Tuesday, 24 April 2018
Add Comment
![]() |
| Misteri - DIANTAR MBAK SARMI |
DIANTAR MBAK SARMI
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – MISTERI - Kali pertama boro ke Jakarta, (ya Jakarta, orang-orang kampungku selalu menyebut Jakarta untuk tujuan kaum boro meskipun ada yang Bogor, Depok, Tangerang, dan tentunya Jakarta sendiri) aku sendirian, yakni tahun 1989 setahun setelah lulus SPG.
Alamat yang dituju hanya sekadar ancer-ancer. “Nanti setelah kondektur memberi aba-aba Simpang Depok, turunlah di situ. Kemudian gantilah angkot jurusan Depok Lama. Turun di Jalan Anggrek, selepas Kecamatan Pancoran Mas,” kata salah seorang saudara.
Kira-kira jam 11.00 WIB, bus meninggalkan Ngadirojo. Tidak ada seorang pun yang kukenal di dalam bus itu. Entah pandanganku tidak menyeluruh sehingga tak satupun orang yang kukenali atau memang benar-benar tidak satupun orang yang kukenal di bus yang penuh penumpang itu.
Di dalam bus, kebetulan aku duduk dengan seorang ibu muda. Aku tanya dengan bahasa Jawa, dia tidak bisa menjawab. Ternyata bukan orang Jawa. Setelah ngobrol banyak, katanya dia asli Bogor. Menurut logat bicaranya memang bukan orang Jawa.
Ibu muda itu dari Jatiyoso (Karanganyar). Katanya ia mengantar seseorang yang mengontrakdi salah satu kontrakannya. Si pengontrak itu sakit. Karena tidak ada sanak-saudara di tempat itu, terpaksa ia mengantarkannya.
Tampaknya ibu muda itu cukup berada. Paling tidak dilihat dari emas-emasnya. Beberapa buah gelang melingkar tangannya. Ia juga memakai cincin dan kalung yang ukurannya cukup besar.
Dalam perjalanan, aku ngantuk. Aku pejamkan mata tetapi belum tertidur sehingga masih bisa tahu keadaan di sekitarku. Mungkin tampangku mencurigakan bagi ibu muda tersebut. Buktinya, satu per satu perhiasan yang dipakainya ia copot kemudian dimasukkan ke dalam tas dan didekap erat sekali. Sambil melakukan itu, pandangannya menuju ke arahku. Sebenarnya, aku agak tersinggung tetapi kemudian tersenyum dalam hati. Siwalan.
Selepas makan malam, aku tertidur pulas. Tahu-tahu kulihat Mbak Sarmi, tetanggaku siap-siap turun. Spontan aku juga siap-siap turun. Ketika bus berhenti dan Mbak Sarmi turun, aku mengikuti dari belakangnya. Namun, ketika bus beranjak, Mbak Sarmi tidak ada. Tak satupun orang di tempat itu.
Aku kebingungan. Berjalan kesana-kemari tak satupun orang yang kutemui. Baru tahu sekarang bahwa tempat itu namanya Cijantung. Aku sempat masuk ke komplek perumahan untuk mencari seseorang yang dapat kutanyai. Hasilnya nihil. Aku kembali ke jalan raya.
Sekitar satu jam kemudian, aku ada bus antarprovinsi dari Ngadirojo menuju Bogor. Aku stop bus itu. Aneh, bus itu mau berhenti dan aku kemudian naik. Selang beberapa waktu, kondektur berseru, “Simpang Depok, Simpang Depok....” Aku bersiap-siap turun. Betapa kagetku, di depanku persis Mbak Sarmi berdiri dengan pakaian yang berbeda dengan Mbak Sarmi yang menghilang di Cijantung tadi. Bulu kudukku berdiri. Namun, aku tetap mengikuti langkahnya.
Aku tersenyum dan Mbak Sarmi membalasnya. Kemudian aku menanyakan alamat yang akan saya tuju. Mbak Sarmi sanggup mengantar sampai tujuan.
Kemudian kami naik angkot jurusan Depok Lama. Sambil duduk berkali-kali kulihat kakinya apakah menginjak lantai angkot atau tidak. Benar, ini Mbak Sarmi tetangggaku. Aku beruntung ketemu dengannya karena aku diantar sampai tujuan. Lalu siapa dan kemana Mbak sarmi yang turun di Cijantung itu? Sampai sekarang aku tidak pernah cerita dengan Mbak Sarmi. Serta belum pernah ketemu lagi dengan Mbak Sarmi yang turun di Cijantung. Terima kasih Mbak Sarmi.

0 Response to "Misteri - DIANTAR MBAK SARMI"
Post a Comment