-->

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 13

Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 13
Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 13
TAMAN TEMBANG DAN SASTRABUDAYASahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN BUDAYA. Edisi kali ini disajikan budaya tentang Jamasan Pusaka Mangkunegaran di Wonogiri. Selengkapnya adalah sebagai berikut.

JAMASAN PUSAKA    

MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 13

Oleh: Parpal Poerwanto

Dampak Dalam Bidang Budaya


5. Seni
Ditinjau dari bidang seni, upacara jamasan pusaka memiliki arti seni sebagai berikut :

a. Jalannya upacara.
Jalannya upacara sejak pengambilan pusaka, malam tirakatan, kirab, hingga pelaksanaan upacara jamasan itu sendiri sangat menarik untuk diperhartikan atau ditonton masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya pengunjung yang datang untuk menyaksikan acara tersebut (Mulyanto, wawancara, 27 Desember 2009).

b. Pusaka sebagai benda seni
Dalam pembuatan pusaka orang atau Empu tidak hanya asal membuat saja, tetapi harus mengetahui, melihat, dan memelajari dari bentuk pusaka apa yang akan dibuat. Pusaka dilihat dari segi pembuatannya merupakan perwujudan dan kesatuan dari berbagai cabang seni, seperti seni metalorgi, seni tempa dan mranggi, seni ukir dan pahat, yang kesemuanya sangat memengaruhi terhadap hasil akhir bentuk pusaka tersebut (Surono, 1979:4). Berarti, dalam pembuatan pusaka si pembuat atau Empu harus memiliki keahlian dan ketekunan yang besar sehingga dapat menghasilkan atau menciptakan benda seni yang dapat menarik perhatian orang lain.

Dampak Dalam Bidang Ekonomi

   
Upacara jamasan pusaka Mangkunegaran di Kabupaten Wonogiri juga memiliki dampak dalam bidang ekonomi. Dampak-dampak tersebut antara lain :

1. Adanya lapangan kerja baru
Dampak positif dari diselenggarakannya upacara jamasan pusaka adalah adanya lapangan kerja baru. Lapangan kerja baru yang kelihatan nyata adalah dalam hal perdagangan serta pelayanan transportasi. Masyarakat di sekitar tempat diselenggarakannya upacara jamasan pusaka sebagian bersar bermata pencaharian sebagai petani. Momen upacara jamasan pusaka Mangkunegaran di Obyek Wisata  Sendang Asri Waduk Gajahmungkur banyak mendatangkan pengunjung. Kesempatan ini dimanfaatkan sebagian penduduk untuk berdagang. Begitu juga dengan sebagian penduduk lainnya yang memiliki kendaraan roda empat juga memanfaatkan kesemapatan ini untuk menyediakan jasa angkutan atau transportasi.

2. Adanya peningkatan pendapatan masyarakat
Secara otomatis dengan adanya dampak dari terbukanya lapangan kerja baru dan mata pencaharian baru bagi masyarakat sekitar tempat penjamasan, maka juga memengaruhi terhadap penghasilan mereka. Sebagai contoh, sebagai seorang petani yang memiliki lahan sempit, setiap kali panen hanya dapat menghasilkan uang sekitar Rp300.000,00 hingga Rp450.000,00 (Parni, wawancara, 27 Desember 2009). Dengan adanya uapacara jamasan pusaka Mangkunegaran di Kabupaten Wonogiri penghasilannya bertambah.

Pedagang yang terbiasa keliling juga ikut merasakan “ketiban rezeki” pada saat upacara jamasan pusaka ini. Kalau biasanya berkeliling ke sekolah-sekolah dalam satu hari dagangannya yang berupa mainan anak-anak laku 20-30 buah, maka ketika ada jamasan dalam waktu setengah jam dagangannya sudah laku 15 buah (Aris Balon, wawancara, 27 Desember 2009).


Begitu juga dengan pemilik kendaraan roda empat. Mobil yang biasanya digunakan untuk carteran dan ngetem di terminal induk ini kadang-kadang hanya mendapat satu atau dua kali carteran dalam setiap harinya. Jika dirata-rata penghasilan kotor hanya berkisar Rp100.000,00 hingga 150.000,00 sehari. Sedangkan pada saat diselenggarakan tradisi jamasan pusaka, mendapat penghasilan kotor hampir mencapai Rp400.000,00 (Eko, wawancara, 27 Desember 2009).

Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi seri berikutnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN DI WONOGIRI # 13"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel