Puisi - PADAMU GADIS
Tuesday, 13 March 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - PADAMU GADIS |
Puisi ini diambil dari antologi puisi Belajarlah Dari. Selengkapnya adalah sebagai berikut.
PADAMU GADIS
Oleh: Parpal PoerwantoPadamu gadis, aku masih menyimpan rasa ingin
Tahuku, padamu. Pipimu ranum ngalirkan
Anggur berhasrat mandikan cahaya mentari mengintip bumi
Pagi hari setiap kau duduk di peron menunggu kereta di sebuah
Stasiun, mataku hanya memandang jarak antara tatapanmu mengajarkan
Perkenalan tersimpan dalam lautan hati –tak kuasa ulurkan tangan bersambut
Memulai percakapan pagi begitu rutin lunturkan keberanianku
Padamu gadis, bila masih ada waktu menyapa paginya stasiun ini mungkin
Hanya jarak antara hatikehati belum tersingkap bersama lembarlembar koran di
Tangan pengecer, lalu aku tatap sepatu hitammu berhenti sekitar lutut dan tak
Ada pilihan lain mataku mampir ke wajah, lalu rambut sebahu hitam kecoklatan
Mengundang segala hasrat untuk mencoba berlayar mengarungi rendahdalam
Segaramu yang masih misteri
Padamu gadis, saat yang kutunggu masih dalam impian angin pagi mengurung
Stasiun pemberhentiansementara kereta yang sering kita laju bersama
Gambir; 960209
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Buku antologi puisi Belajarlah Dari ini dapat dipesan melalui nomor (WA) 081393305359 dengan harga Rp45.000,- plus ongkir.
Tunggu unggahan-unggahan kami berikunya.
Sampai jumpa, salam sastra: rekat santun ukhuwah.

0 Response to "Puisi - PADAMU GADIS"
Post a Comment