Puisi - FRIGID
Sunday, 4 March 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi - FRIGID |
Puisi ini diambil dari antologi puisi Belajarlah Dari dan pernah dimuat di harian Solopos tanggal 7 Mei 2000. Selengkapnya sebagai berikut.
FRIGID
Oleh: Parpal PoerwantoYa, aku melangkah setengah kaki meratap sunyi-sunyi
Ketika bidikan halus mengusir tangan tengah
Memegang
Kemaluan, ah, milik siapa sebenarnya bulan
Semburat merah?
Menjelang tiga dasawarsa lelaki itu termangu,
Dosa siapa bila
Dayang Sumbi tak kuasa sembunyikan yoni?
Tapi aku bukan Sangkuriang yang jumawa melepas
Lingga
Dengan menutup mata atas duka bunda tangisi
Sang Sona
Aku bukan Ken Arok,yang silau melihat betis
Di singgasana
Lalu merobek kain Ken Dedes hingga turunkan
Dendam nyawa
Tujuh turunan
Ya, aku melewat tengah malam sendiri
Ketika kantuk masih melipur lara,
Liar aku mencari
Sendang suci di mana Nawangwulan tengah
Mandi
Ah, tak ada kelebat
: sendang itu hanya sunyi
Gambir : 970311
Solopos, 7 Mei 2000
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa.

0 Response to "Puisi - FRIGID"
Post a Comment