Legenda - DEMANG JEBRES # Bag 7
Sunday, 18 March 2018
Add Comment
![]() |
| Legenda - DEMANG JEBRES # Bag 7 |
DEMANG JEBRES
Bagian 7
Oleh: Parpal PoerwantoSepeninggal RM Sugandhi, Mpu Brajaguna mewejang Teruna. Ada tiga hal yang harus ia laksanakan agar cita-citanya mengabdi di Keraton Surakarta bakal tercapai. Pertama, jangan suka membuka aib orang lain. Kedua, hargailah kehormatan perempuan, dan ketiganya adalah jangan menolak rezeki.
Kepergian Teruna menyusul RM Sugandhi ke Surakarta tidak dibekali dengan kuda. Mpu Brajaguna mengharuskan Teruna jalan kaki. Hal ini dimaksudkan sebagai ujian atau lelaku bagi Teruna. Hal ini juga mengisyaratkan bahwa suatu cita-cita harus dicapai dengan penuh pengorbanan dan kesungguhan.
Pada waktu yang telah ditentukan Teruna meninggalkan pondok lereng Gunung Braja. Tekadnya telah bulat untuk mengabdikan diri kepada Keraton Surakarta khususnya kepada RM Sugandhi.
Perjalanan Teruna dari lereng Gunung Braja menuju Keraton Surakarta telah dimulai. Teruna hanya dibekali bungkusan kain mori putih yang disangkutkan pada sebuah tongkat. Oleh Mpu Brajaguna, dipesan jangan sekali-kali membuka bungkusan itu jika tidak dalam keadaan genting. Artinya harus dibuka pada saat yang tepat. Akan tetapi saat yang tepat bagaimana Mpu Brajaguna juga tidak memberi tahu. Walaupun sebenarnya Teruna sangat penasaran dan merasa canggung dengan pesan tersebut, Teruna tidak berani menanyakan maksud dari wasiat gurunya tersebut.
Ketika tiba di Desa Klampisan hari menjelang petang. Teruna bermaksud untuk menginap di rumah seorang warga. Oleh warga tersebut, Teruna disarankan untuk menginap di rumah Ki Rangga. Dengan di antar orang tersebut Teruna menuju ke rumah Ki Rangga.
Rumah Ki Rangga paling besar di desa tersebut. Terdiri dari tiga bangunan utama. Dua rmah joglo kembar berhimpit depan belakang, sedangkan satunya lagi berupa limasan terletak di sisi kanan belakang berhimpit dengan joglo belakang. Pekarangannya juga dipagari dengan bambu wuluh setinggi tiga meteran. Tepat di depan pendapa terdapat pintu gerbang. Di pintu gerbang inilah ada regol sebagai tempat jaga bagi keamanan.
Orang yang mengantar melaporkan kepada orang penjaga regol kemudian minta pamit. Oleh penjaga regol Teruna diajak menghadap Ki Rangga. Teruna diterima baik oleh Ki Rangga kemudian diberi tempat untuk menginap. Tempat berada disebuah sekat pendapa agak belakang. Dindingnya hanya terbuat dari anyaman bambu hitam dan tidak berpintu sehingga bisa melihat keadaan di sekitarnya. Sebelum malam, Ki Rangga pergi karena ada acara ke rumah orang yang punya hajat. Jadi kedatangan Teruna bisa dijadikan teman penjaga untuk menjaga keamanan.
Tengah malam, Teruna melihat orang mengendap-endap menuju sebuah kamar berjendela. Setelah pintu jendela dibuka, orang bertutup muka tersebut masuk. Teruna mengira itu perbuatan maling yang akan menyatroni rumah Ki Rangga. Teruna juga ingat pesan Ki Rangga sebelum pergi ke rumah orang hajatan tadi bahwa dirinya ditugasi ikut membantu keamanan di rumah itu.
Teruna mencoba cari tahu apa yang terjadi di dalam rumah. Dengan mengendap-endap ia melihat celah jendela kamar itu. Betapa kagetnya ia setelah tahu apa yang disaksikan. Istri Ki Rangga tengah asyik masyuk dengan penjaga regol. Tanpa sadar Teruna tersedak ludah dan terbatuk-batuk. Hal itu mengagetkan yang sedang memadu asmara. Penjaga bangun lalu meloncat jendela dan menghilang ke kegelapan. Sementara nyonya Rangga dengan tanpa sehelai kain pun menghampiri dan merangkul Teruna sambil berteriak minta tolong karena mau diperkosa. Bahkan Nyonya Rangga berusaha menarik baju Teruna yang hendak lari. Saking kerasnya menarik, baju Teruna sobek bagian belakang di bagian punggung. Teruna kemudian ingat dengan pesan gurunya untuk menjaga kehormatan perempuan. Untuk itu ia segera melepas bajunya dan dipakainya untuk menutupi aurat Nyonya Rangga. Berbarengan dengan itu penjaga malam datang bersama dengan belasan warga. Teruna ditangkap ramai-ramai. Tidak ada gunanya untuk melawan orang-orang yang tidak tahu persoalannya.
Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi seri berikutnya.

0 Response to "Legenda - DEMANG JEBRES # Bag 7"
Post a Comment